Berita

Diperbaiki, Jembatan Penghubung Gumelar–Balung

▪︎JEMBER – POSMONEWS.com,-
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Kabupaten Jember, telah melaksanakan pekerjaan pemasangan Top Bottom pada gorong-gorong saluran tersier B. Bar.1 kiri 1, bagian dari Daerah Irigasi (DI) Bedadung.

Kegiatan tersebut di Dusun Krajan Kidul, Desa Gumelar, Kecamatan Balung. Tindakan teknis ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang masuk melalui kanal aduan WADUL GUSE.

Pekerjaan infrastruktur ini diawali dengan serangkaian peninjauan lapangan pada tanggal 15 Juni 2025 oleh tim gabungan yang terdiri dari Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Koordinator Wilayah Bina Marga Balung, staf dari UPT Bangsal, Pemerintah Desa Gumelar, serta tokoh masyarakat setempat.

Dikutip dari halan resmi ppid.jemberkab.go.id bahwa
kegiatan awal tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi langsung kondisi fisik jembatan lama yang mengalami pelubangan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun kelangsungan saluran irigasi yang melintasinya.

Menjelang pelaksanaan, warga petani di sekitar lokasi diberikan informasi terkait rencana penghentian aliran air irigasi untuk sementara waktu. Langkah ini diambil agar proses pekerjaan tidak mengganggu.

Selain itu, akses kendaraan yang melintasi jalur desa ditutup untuk mencegah risiko kecelakaan selama proses pembongkaran dan pemasangan berlangsung.

Pekerjaan teknis dilakukan dengan menggunakan alat berat untuk mempercepat pelaksanaan serta meminimalkan interupsi terhadap aktivitas masyarakat sekitar.

Jembatan lama yang kondisinya membahayakan dibongkar secara menyeluruh, kemudian diganti dengan struktur Top Bottom yang memiliki keunggulan dari sisi kekuatan dan efisiensi pemasangan.

Pemilihan material ini didasarkan pada pertimbangan teknis dan operasional, agar pekerjaan tidak memakan waktu lama dan tidak berdampak serius terhadap jalur irigasi yang menopang pertanian warga.

Lokasi gorong-gorong tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi penghubung utama antara Desa Gumelar dan Balung Kulon. Selain itu, jalur ini digunakan sebagai akses utama bagi siswa dan guru yang menuju SMK Teknologi Balung.

Kerusakan pada bagian struktur sebelumnya telah menimbulkan keresahan warga, karena dapat mengganggu mobilitas harian dan kegiatan pertanian yang bergantung pada aliran air dari saluran tersier ini.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan infrastruktur dasar desa.

Melalui langkah cepat yang terukur, kebutuhan masyarakat dapat dijawab dengan solusi konkret tanpa menimbulkan dampak jangka panjang terhadap sektor pertanian.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button