Lamongan Punya Bupati Yes, Sang Pelaksana Terbaik Asta Cita Presiden Prabowo : Nikmat Apalagi yang Kamu Dustakan (2)
▪︎ Oleh : Danar S Pangeran (Jurnalis dan Kabiro posmonews.com di Lamongan)

ADALAH tidak adil menyorot dari hasil kinerja Duet Yes-Dirham dalam memimpin Lamongan yang mendapatkan apresiasi, dan segudang prestasi di berbagai bidang. Bahkan dari istana, Presiden Prabowo Subianto memberi penghargaan Bupati Yes sebagai pelaksana Program Asta Cita Terbaik Nasional.
Syahdan penulis sowan ke beberapa tokoh kiai, pesohor masyarakat, sosiolog, budayawan, sejarahwan, LSM ternama di Lamongan. Secara acak dan dianggap netral untuk menilai kinerja Bupati Yes.
Bahwa di periode pertama, Pak Yes terkendala badai Covid 19, juga masa pemerintahannya yang pendek. Maka sangat benar jika tagline dan motto Duet Yes-Dirham itu menyelesaikan Kinerja (Program Prioritasnya) yang Tertunda. Sebuah komitmen pemimpin ksatria yang lahir dari gemblengan birokrasi sejati dan akademisi kelas tinggi yang bukan kaleng-kaleng.
Tetapi, hambatan yang menahun – sejak era bupati terdahulu, terhadap insfatruktur dan penanganan banjir Bengawan Njero bak Setitik nila maka rusaklah susu sebelanga. Awam, lawan politik, barisan sakit hati, pengusaha nakal, LSM sayap kiri, koruptor, dan orang-orang yang tersingkir, bahkan konten kreator karbitan yang ingin mendadak viral, dll itu telah menjadi musuh dengan segala kepentingannya.
Mencermati masyarakat Lamongan dengan ciri khasnya yang religius dan sangat dikenal memiliki etos yang tinggi, pekerja keras, dan tidak mudah menyerah, tak aus oleh zaman. Sifat orang Lamongan yang mengutamakan kebersamaan, suka berjuang, ulet berkerja, terbuka, halus, perasaan, jujur, penuh tanggung jawab, dan petualang, tetap menjadi kebanggaan kita sebagai Wong Lamongan.
Namun kadang kala orang Lamongan harus kaku dan kasar bila tidak diajak musyawarah, suka merantau, berani membela sebuah kejujuran, tidak garang (anarkis).
Simpulnya ada ironi, dengan semua keistimewaan, keberadaan dan kesuksesan Lamongan hingga hari ini. Untuk bersyukur dibandingkan daerah lain yang masih bergelut dalam nilai kepemimpinan yang jeblok, kekurangan, keterbatasan, serta bahaya bencana mematikan. Penulis tidak bermaksud, Nguyahi Segoro, bahwa celakalah, orang yang tidak bersyukur dan mendustakan nikmat (kufur nikmat).
Apalagi saat melihat pemimpinnya berprestasi sering kali mereka ini akan mengalami konflik batin yang negatif. Dalam prinsip psikologi dan ajaran agama, perilaku tersebut cenderung berakar dari rasa iri, ketidakpuasan diri, dan ketidakmampuan untuk menerima kenyataan. Jadi mengapa harus, ada nikmat yang didustakan.
Tahukah kita, bahwa ukuran keberhasilan kepemimpinan kepala daerah dinilai dari kemampuan menggerakkan potensi daerah, inovasi dalam pembangunan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Indikator utamanya meliputi capaian kinerja pemerintah, akuntabilitas, transparansi, efisiensi anggaran (APBD), dan respon terhadap kebutuhan publik.
Lalu bagaimana dengan duet Yes-Dirham selama menjadi nahkoda Lamongan. Jujurlah dengan data keberhasilan kepemimpinan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) bersama Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara (Mas Dirham) pada periode 2025-2030.
Misalnyabhingga awal 2026 adalah fokus pada peningkatan kualitas hidup, ekonomi, dan infrastruktur. Terkihat nyata di Indeks Pembangunan Manusia (IPM), telah menjadi salah satu indikator utama yang menunjukkan tren positif. Tercatat, IPM Kabupaten Lamongan mengalami peningkatan signifikan.
Berdasarkan data BPS Lamongan, IPM Lamongan mencapai 79,90 poin, atau meningkat 0,61 poin dari tahun sebelumnya. Capaian IPM di bawah kepemimpinan Yes-Dirham berhasil melampaui angka IPM di kabupaten tetangga, yaitu Tuban dan Bojonegoro.
Peningkatan IPM didorong oleh fokus pada sektor kesehatan (menurunkan stunting) dan pendidikan (revitalisasi sekolah). Keberhasilan diukur dari keseimbangan antara pembangunan infrastruktur (jalan mulus/Jamula) dan pembangunan kualitas SDM.
Program prioritas yang direalisasikan meliputi perbaikan infrastruktur jalan, ekspor UMKM, dan penurunan drastis angka stunting. Hasil survei menunjukkan kepuasan warga Lamongan mencapai 80 persen dalam 100 hari pertama kepemimpinan Yes-Dirham.
Nah, dengan IPM yang tinggi ini menempatkan Lamongan sebagai salah satu daerah dengan kualitas SDM yang unggul di Jawa Timur, yang sekaligus menjadi landasan bagi visi “Kejayaan Lamongan yang Berkelanjutan”. (Bersambung).


