Progres Jalan Tol Probowangi Akhir Januari 2026 Capai 90 %

54 dibaca

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
Progres fisik proyek pembangunan Jalan Tol  Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) Paket 3 sudah 90 persen, dengan capaian konstruksi mencapai 97,662 persen. Hal itu diungkapkan magemen PT Wijaya Karya (WIKA) selaku penggarap proyek tersebut.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur nasional yang berkeadilan dan berdampak langsung terhadap konektivitas serta pertumbuhan ekonomi wilayah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui percepatan pembangunan Jalan Tol  Probowangi Paket 3, hingga akhir Januari 2026 mencatat progres fisik di kisaran 85–90%, dengan capaian konstruksi mencapai 97,662% berdasarkan laporan akhir Januari 2026.

Kehadiran tol itu nantinya diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan dibandingkan jalur arteri eksisting.

Waktu perjalanan Probolinggo – Banyuwangi diperkirakan dapat berkurang hingga 30-50 persen, yang pada akhirnya turut menurunkan biaya logistik sekitar 20 persen melalui efisiensi konsumsi bahan bakar dan pengurangan kemacetan.

“Kondisi ini dapat meningkatkan daya saing ekonomi nasional dan kelancaran distribusi barang dan jasa di pesisir Jawa Timur,” ujar manajemen WIKA dikutip dari keterangan resmi.

Sebagai bagian dari jaringan strategis Trans-Java Toll Road, proyek jalan bebas hambatan ini berperan penting dalam membuka akses wilayah Jawa Timur bagian timur.

Proyek jalan tol penghubung wilayah Probolinggo, Situbondo dan Besuki diharapkan mendukung pemerataan pembangunan ekonomi di kawasan Tapal Kuda hingga Banyuwangi.

Manajemen PT. WIKA menyebut, capaian progres tersebut ditopang oleh penerapan inovasi dan solusi rekayasa teknik pada pekerjaan konstruksi. WIKA mengoptimalkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) untuk memastikan akurasi perencanaan dan integrasi desain dengan kondisi lapangan.

“Selain itu, pemanfaatan drone dan pemetaan 3D digunakan untuk mendukung survei geoteknik presisi, khususnya pada segmen dengan karakteristik medan perbukitan dan variasi kondisi tanah,” katanya.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, WIKA juga menerapkan berbagai engineering solutions, antara lain penggunaan formwork modular, teknologi pemadatan tanah modern serta metode kerja terintegrasi dan paralel.

Sebagai bagian dari transformasi digital konstruksi, WIKA mengimplementasikan digitalisasi di seluruh fase proyek melalui integrasi BIM, remote sensing berbasis drone serta sistem manajemen proyek digital.

“WIKA optimistis Tol Probowangi Paket 3 dapat diselesaikan pada Maret 2026 dan dioperasikan secara fungsional pada musim mudik Lebaran sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung Astacita dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia,” tegasnya.▪︎(FEND)