Berita

Tim Saber ATS Gelar Workshop Penanganan Anak Tidak Sekolah

▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, Hadiri Workshop Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Bersama Tim Saber ATS Kecamatan Tahun 2025, di Rayz UMM Hotel, Jl. Raya Sengkaling No. 1 Jetis, Kecamatan Dau, Selasa (21/10).

Hadir pada kesempatan yang sama Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Tim Teknis Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI,  Jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Camat se-Kabupaten Malang beserta Tim Saber ATS Kecamatan, Penilik Kursus dan Kesetaraan Kabupaten Malang, Kepala SKB dan PKBM se-Kabupaten Malang serta Pengurus HIPKI Kabupaten Malang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyambut baik sekaligus menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi dan partisipasi aktif dari seluruh pihak atas terselenggaranya Workshop Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Bersama Tim Saber ATS Kecamatan Tahun 2025. Saya harap pertemuan kita pada hari ini dapat menjadi forum strategis guna menyamakan presepsi dan menguatkan sinergi serta kolaborasi dalam rangka menyukseskan program penanganan anak tidak sekolah di wilayah Kabupaten Malang,” ungkap Wabup Malang.

Permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian dan aksi nyata dari semua pihak. Hal ini disebabkan masih terdapat anak-anak usia sekolah yang belum mendapatkan hak pendidikannya secara optimal.

Berdasarkan laporan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, data dashboard ATS Pusdatin Kementerian Pendidikan Tahun 2025 menunjukkan adanya 6.242 kasus Drop Out (DO) dan 6.774 kasus Lulus Tidak Melanjutkan (LTM).

Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari pendidikan. Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan belajar, mengembangkan potensi, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Dalam upaya penanganan Anak Tidak Sekolah, Wakil Bupati Malang menyerahkan bantuan pendidikan kepada 4 anak perwakilan. Bantuan ini mencakup jenjang pendidikan kesetaraan paket A, paket B, dan Paket C, masing-masing sebesar Rp 1.200.000.

“Saya memahami bahwa tugas Tim Saber ATS di lapangan tidaklah mudah. Dibutuhkan komitmen, kesabaran, serta empati yang tinggi untuk mendatangi keluarga, memahami permasalahan anak dan meyakinkan mereka agar mau kembali bersekolah,” tuturnya.

Dalam hal ini, keberhasilan penanganan ATS  tidak hanya diukur dari jumlah anak yang kembali bersekolah, tetapi juga dari sejauh mana kita mampu mengubah kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan.

Wabup Malang berharap setelah kegiatan ini, Tim Saber ATS di setiap Kecamatan dapat segera menibdaklanjuti dengan rencana kerja yang lebih terukur, melakukan pemataan ulang ATS di wilayah masing-masing, serta memperkuat sinergi dengan perangkat desa, sekolah, dan lembaga sosial.

Wabup Malang bersama Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), menandatangani deklarasi komitmen penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) serta mendukung program wajib belajar 13 tahun.

Yang menyatakan siap menerima Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk kembali bersekolah dan belajar di PKBM, lebih lanjut menjamin bahwa biaya pendidikan bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang belajar di PKBM adalah gratis. Semoga niat baik kita dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih baik dan merata untuk seluruh anak di Kabupaten Malang di ridai oleh Allah SWT.▪︎(AHM/Day)

Related Articles

Back to top button