Berita Utama

Menteri PU Setujui Usulan Gubernur I Wayan Koster

▪︎Bangun Infrastruktur Strategis di Wilayah Bali

▪︎JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Gubernur Bali, I Wayan Koster, berkesempatan bertemu Menteri PU Dody Hanggodo, di Jakarta. Gubernur Koster hadir membawa aspirasi dan usulan pembangunan sejumlah infrastruktur strategis di Bali demi mendukung pariwisata Bali.

Gubernur Koster menyampaikan, Menteri PU, Dody Hanggodo, menyetujui sejumlah usulan pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah di Bali termasuk kelanjutan pembangunan shortcut Singaraja-Mengwitani.

“Menteri PU menyetujui usulan anggaran pembangunan infrastruktur strategis di Bali dengan total Rp 1,549 triliun,” ujar Gubernur Bali, I Wayan Koster.

Koster telah mengajukan usulan pembangunan infrastruktur Bali kepada Dody saat berkunjung ke kantornya di Jakarta Selatan.

“Untuk infrastruktur, beliau sudah menyetujui semua yang diusulkan secara tertulis kepada Bapak Menteri, dan akan dilaksanakan mulai tahun 2026,” kata Koster.

Sementara Dody mengatakan Bali adalah Indonesia di mata dunia, sehingga penyediaan infrastruktur yang layak harus menjadi perhatian.

“Jadi kalau Bali rusak, Bali jelek, Indonesia juga menjadi rusak (di mata wisatawan),” ujar Menteri Dody.

▪︎ Waduk Muara Nusa Dua

Menteri Dody mendorong percepatan normalisasi Waduk Muara Nusa Dua di Sungai Badung sebagai salah satu upaya mencegah bencana banjir berulang di Provinsi Bali.

Menteri Dody mengatakan, selain curah hujan tinggi dan air pasang yang menyebabkan air sungai sulit mengalir ke laut, banjir yang melanda Provinsi Bali pada 10 September 2025 juga diakibatkan tingginya sedimentasi Waduk Muara Nusa Dua.

Sedimentasi waduk itu menyebabkan meningkatnya ketinggian air sungai serta penumpukan sampah dalam jumlah besar di sungai.

“Waduk ini ketinggian airnya juga sudah sangat tinggi yang menunjukkan sedimentasinya sudah sangat tinggi, jadi harus segera dikeruk,” ujar Menteri Dody.

Lanjut dia, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali akan berdiskusi dengan pemerintah daerah setempat mengenai proses pengerukan sedimen di Waduk Muara Nusa Dua, terutama untuk tempat pembuangan sedimennya.

“Kita harus diskusi dengan Gubernur dan Bupati setempat dulu mau dibuang kemana sedimennya agar tidak mengusik lingkungan. Proses pengerukan bisa sampai sekitar satu tahun karena sedimennya bisa mencapai ratusan ribu kubik dan tidak mungkin kita buang semua ke TPA Suwung,” jelasnya.

Seperti diketahui sebanyak 14 dari 15 infrastruktur jalan yang terdampak bencana banjir di Provinsi Bali pada 10 September 2025 sudah selesai ditangani dan kembali berfungsi normal.

“Dari 15 titik selama tanggap darurat kemarin hampir semuanya sudah kita selesaikan, kecuali Jembatan TLB Muntur di Gianyar masih ada proses sedikit. Mudah-mudahan dalam waktu 2 minggu bisa selesai secara total,” kata Menteri Dody.

Adapun 15 infrastruktur jalan yang terdampak banjir, meliputi Underpass Simpang Dewa Ruci, Jalan Kargo Km 4+800 dan Km 5+100, Jembatan TLB Muntur, Jalan Mengwitani-Batas Kota Denpasar Km 11+550, Jalan A. Yani (Tabanan) Km 16+825, Br. Bunut Puhun-Bantas Km 30+300, Sidan-Batas Kota Klungkung Km 32+800, Batas Kota Negara-Pekutatan Km 78+400.

Selain itu, ada Jalan Sudirman-Gajahmada (Negara) Km 90+980, Cekik-Batas Kota Negara Km 101+350, Pekutatan-Antosari Km 41+600, Kosamba-Angentelu Km 54+300, Kosamba-Angentelu Km 53+100, Jalan A. Yani-Jalan Udayana (Negara) Km 96+800, dan Jalan Mengwitani-Batas Kota Tabanan (15+300).

Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali bersama TNI-Polri menangani dampak banjir yang melanda wilayah Bali.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button