KemenPU Buka Akses Jalan Nasional Terdampak Banjir

▪︎BALI – POSMONEWS.com,-
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) gerak cepat menangani banjir Bali dengan kerahkan alat berat, pompa, serta tim tanggap darurat. Proses penyurutan air dilakukan membuka kembali akses jalan nasional lumpuh akibat banjir besar di Kota Denpasar, Bali.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen Kementerian PU dalam penanganan bencana di seluruh wilayah Indonesia. Ia memastikan langkah cepat dilakukan agar masyarakat terdampak bencana memperoleh perlindungan dan dukungan secara menyeluruh.
“Kami terus memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat terdampak. Kementerian PU akan memberikan dukungan penuh dalam menangani dampak banjir di Bali,” ucap Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Kamis (11/9/2025).
Beberapa ruas jalan yang terdampak dan ditangani, yakni Jembatan di TLB Muntur, Underpass Simpang Dewaruci, dan Jalan Kargo. Selain itu, Jalan Mengwitani, Jalan A. Yani di Kabupaten Tabanan, Br. Bunut Puhun Bantas, Sidan-Bts (Batas).
Selanjutnya, Kota Klungkung, Jalan A. Yani-Jalan Udayana di Negara, Kota Negara-Pekutatan, Jalan Sudirman-Gajahmada di Negara, Cekik-Bts. Kemudian, Kota Negara, Pekutatan-Antosari, dan Kosamba-Angentelu.
Kementerian PU bersama TNI-Polri juga mengoperasikan 8 pompa eksisting ditambah 2 pompa mobile untuk percepatan penyurutan genangan. Selain itu, pembersihan material banjir dilakukan di titik strategis dan pemantauan infrastruktur terus dilaksanakan untuk memperlancar akses.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (10/9/2025), banjir melanda enam kabupaten/kota di Bali. Yakni, Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, Gianyar, Klungkung, Badung, dan Tabanan.
Dengan korban sebanyak sembilan orang meninggal dunia. Adapun rinciannya sebanyak 5 korban meninggal berasal dari Denpasar, 2 di Jembrana, dan 1 orang di Gianyar dan Badung.
Serta sebanyak dua orang hilang, dan sebanyak 202 kepala keluarga dengan total 620 jiwa terdampak banjir.
Sedangkan menurut hasil pantauan oleh tim Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, ketinggian air di Waduk Muara telah turun menjadi 130 cm.
Sebelumnya, ketinggian air di waduk tersebut mencapai 190 cm akibat hujan deras mengguyur wilayah Bali, Selasa (9/9/2025).
Hasil pantauan ini menjadi indikator bahwa situasi banjir mulai terkendali dan kondisi berangsur menuju normal.
Kementerian PU memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal untuk percepatan normalisasi jalan nasional agar mobilitas masyarakat segera pulih.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmen Kementerian PU dalam penanganan bencana di seluruh Indonesia.
“Kami terus memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat terdampak. Kementerian PU akan memberikan dukungan penuh dalam menangani dampak banjir di Bali,” kata Menteri Dody.
Selain itu, Kementerian PU juga telah menyiagakan personil tim reaksi cepat yang siaga selama 24 jam di lokasi bencana serta alat berat dan bahan banjiran apabila diperlukan.
Identifikasi lanjutan telah dilakukan dengan melakukan pengecekan infrastruktur serta memantau kondisi di lapangan untuk memastikan proses penanganan berjalan dengan baik,” pungkas Menteri Dody. ▪︎[FEND]



