Wakil Bupati Malang Hadiri Ngaji Kebangsaan & Rembuk Pendidikan
▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib, hadir sekaligus beri arahan dalam kegiatan Ngaji Kebangsaan dan Rembuk Pendidikan bersama BEM Kabupaten Malang di Universitas Modern Al-Rifa’i Gondanglegi, Sabtu (15/3) sore.
Hadir pada kesempatan yang sama Rektor Universitas Modern Al-Rifa’i, Jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Camat dan Forkopimcam Gondanglegi, Koordinator BEM serta para Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi yang ada di Kabupaten Malang.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Malang menjelaskan bahwa beberapa saat yang lalu perwakilan dari Dewan BEM meminta penjelasan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terkait efisiensi pendidikan.
“Apakah dengan adanya efisiensi ini akan berdampak kepada layanan publik maupun pendidikan, yang termasuk program prioritas Pemkab Malang periode 2025-2030?,” ungkap Wabup Malang.
Perlu diketahui bersama bahwa efisiensi merupakan amanat dari Presiden RI, jadi ada dasarnya yakni Perpres no. 1 tahun 2025 bahwa seluruh kementerian sampai dengan Pemerintah Kabupaten/Kota harus melakukan efisiensi. Tetapi pada intinya efisiensi tidak mengurangi APBD.
APBD Kabupaten Malang sendiri sekitar 4,8 triliun, hanya saja ada pergeseran. Ada beberapa mata kegiatan yang dikurangi jumlah penganggarannya. Hanya ada 2 poin yang dikurangi yakni perjalanan dinas dan belanja barang termasuk kegiatan seminar, lokakarya dan lain sebagainya.
“Di Kabupaten Malang untuk Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, efisiensinya tidak boleh dialokasikan kegiatan lain tetapi tetap di gunakan untuk kepentingan Pendidikan. Oleh karena itu para mahasiswa yang hadir sedianya membantu Pemkab Malang untuk menyampaikan kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Malang,” tuturnya.
Wabup Malang menekankan bahwa dalam efisiensi ini yang tidak boleh dikurangi adalah yang pertama gaji guru, kedua tpp guru, ketiga beasiswa untuk para murid yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang pada waktu itu adalah program Indonesia Pintar.
Program tersebut terus diperjuangkan setiap tahunnya dengan jumlah penerima yang selalu bertambah. Kami menginginkan semua masyarakat mendapatkan pendidikan yang berkualitas seperti yang diinginkan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto. (AHM/day)