Kang Sugiri Pecahkan Mitos “Etan Kulon Kali”
▪︎PONOROGO – POSMONEWS.com,-
Sosok Bupati Ponorogo terpilih Sugiri Sancoko (Kang Giri). Satu dari 37 kepala daerah di Jatim yang dilantik, Kamis (20/2/2025) oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta.
Kang Giri adalah pemecah mitos Etan Kali Kulon Kali Pilkada Ponorogo. Bupati Ponorogo terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Sugiri Sancoko dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dengan dilantiknya, Kang Giri—sapaan akrab—Bupati Ponorogo terpilih Sugiri Sancoko berarti sah menjadi Bupati Ponorogo 2025-2030.
Dengan begitu, putra asli Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jatim ini kembali memimpin Bumi Reog 2 periode. Artinya mitos Pilkada Ponorogo tidak ada Bupati menjabat dua periode berturut-turut terpecahkan.
Mitos tersebut menyatakan bahwa bupati terpilih di Ponorogo bergantian antara wilayah timur dan barat Sungai Sekayu, yang membelah Ponorogo menjadi dua bagian.
Misalnya, pada Pilkada 2005, Muhadi Suyono yang berasal dari Kelurahan Mangkujayan (etan kali) terpilih sebagai bupati, kemudian digantikan oleh Amin dari Kecamatan Kauman (kulon kali) pada 2010.
Kemudian Pilkada 2015, Ipong Muchlissoni dari Patihan Wetan (etan kali) memenangi kontestasi menggantikan Amin.
Pola ini terus berlanjut hingga Pilkada 2020, di mana Sugiri Sancoko dari Kecamatan Sampung (kulon kali) mengalahkan Ipong Muchlissoni (etan kali).
Lalu juga mitos tidak ada bupati dua periode berturut-turut bisa memimpin bumi reog. Hal tersebut juga terbikti selama 2005 sampai 2020.
▪︎Tolak Karangan Bunga
Pelantikan Sugiri Sancoko dan Lisdyarita sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo terpilih hasil Pilkada Serentak 2024 tinggal menghitung jam. Ucapan selamat berupa karangan bunga tidak laku karena bupati terpilih meminta para simpatisannya mengganti dengan mengirim bibit tanaman.
“Karangan bunga memang perlu untuk membangun spirit. Tapi akan jauh lebih bermakna kalau ucapan selamat dengan pohon hidup,” kata Sugiri yang terpilih dua periode bersama Lisdyarita itu.
Sugiri Sancoko dan Lisdyarita bakal dilantik bersama 480 pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah lainnya di Istana Negara, Kamis (20/2/2025).
Menurut Kang Giri, bibit tanaman sebagai pengganti karangan bunga yang dikirimkan oleh masyarakat dan sejumlah organisasi kemasyarakatan itu akan ditanam secara masal untuk penghijauan. Apalagi, dia mencanangkan penanaman 3 juta pohon dalam rentang setahun.
“Kita peduli kelestarian lingkungan agar alam ramah pada kita. Ini juga menjadi tabungan untuk anak cucu kita, baik oksigen, air, ataupun tabungan kenyamanan,’’ jelasnya.
Suami Susilowati itu mengungkapkan bahwa pergeseran ucapan selamat dari karangan bunga menjadi bibit tanaman hidup dapat menciptakan trend. Selain itu, menanam pohon bakal menjadi budaya. Apakah trend ucapan selamat dengan mengirim bibit tanaman akan mematikan usaha karangan bunga.
‘’Pengusahanya yang harus bermutasi dan berkreasi bagaimana merangkai bibit tanaman menjadi simbol ucapan selamat yang menarik. Bisa juga dikirim di acara resepsi pernikahan, tanda bela sungkawa, atau selebrasi yang lain sehingga jadi trend baru,’’ ungkapnya.
Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Dwi Agus Prayitno mengapresiasi ajakan Sugiri memberi ucapan selamat berbentuk bibit tanaman. Apalagi, karangan bunga selama ini selalu berakhir di tempat pembuangan sampah.
Kang Wi –sapaan Dwi Agus Prayitno—sempat meminta masyarakat ikut menimbang asas manfaat.
‘’Lebih bermanfaat bibit tanaman, saya yakin lebih banyak yang setuju dibandingkan dengan yang menolak,’’ tegasnya.
Dari pantauan di lapangan hingga Rabu (19/02/2025), terhitung sudah 433 bibit tanaman yang dikirim ke Pringgitan (rumah dinas bupati Ponorogo) sebagai ucapan selamat atas pelantikan Sugiri Sancoko menjadi bupati dua periode.
Mayoritas adalah bibit pohon alpukat, sawo, jambu air, durian, mangga, dan kelengkeng. Selain itu, ada pula tanaman unik seperti Flam Manila, asem, matoa, dan anggur Brazil.▪︎[ZA/AHM]




