Berita Utama

KemenPUPR: NHRI Tiongkok Berminat Bangun Tanggul Laut

▪︎JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan Nanjing Hydraulic Research Institute (NHRI) Tiongkok berminat terlibat dalam pembangunan tanggul laut.

“Intinya begini, mereka menyampaikan minat atau interest. Tapi apakah nanti engage apa tidak kita belum tahu, tapi minat itu ada tindak lanjutnya (follow up),” ujar Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S Atmawidjaja, di Jakarta.

Menurut Endra, selain Tiongkok terdapat dua negara lainnya yang menyatakan minat untuk terlibat di National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yakni Korea Selatan dan Belanda.

“Minat, sementara ini sudah ada dua yang punya atau sudah duluan melakukan kajian itu yakni Korea Selatan dan Belanda di NCICD, nanti mereka akan dalami itu, kemudian akan melihat sejauh mana mereka bisa involve atau bahkan bisa ikut menginisiasi pembangunannya. Jadi itu baru pernyataan minat yang kemarin, mereka menjajaki kemungkinan untuk investasi di situ. Dari statement of interest sampai ke realisasi itu juga panjang,” katanya.

Endra menyampaikan bahwa NHRI Tiongkok adalah satu institusi yang kuat di Tiongkok dan berpengalaman ikut membangun bendungan besar dan tanggul laut di Tiongkok.

“Kita tahu bahwa NHRI itu adalah satu institusi yang kuat di Tiongkok. Dia ikut membangun bendungan-bendungan besar di Tiongkok, termasuk juga tanggul laut. Mereka pasti akan menurunkan expert-nya untuk melihat dulu, kemudian mereka akan mulai berdiskusi dengan pakar-pakar Indonesia, dan mungkin juga dengan studi yang sudah ada mereka akan dalami,” katanya.

Sebagai informasi, dalam kunjungan kerjanya ke Tiongkok, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan dengan Nanjing Hydraulic Research Institute (NHRI) untuk menjajaki peluang kerja sama pembangunan pemecah gelombang (breakwaters) dan berbagai macam struktur tanggul laut (sea dikes) yang mungkin dapat diterapkan di Indonesia.

Pertemuan akan ditindaklanjuti dengan rencana kunjungan tim NHRI ke Indonesia dalam waktu dekat. NHRI akan mereview data dan kajian basic design yang sudah tersedia yang disusun oleh tim ahli Korea Selatan, Belanda dan tim Kementerian PUPR.

Menteri PUPR, Basuki menekankan pentingnya dibuat model fisik sea dikes dengan memanfaatkan laboratorium Sumberdaya Air di Bandung dan laboratorium Pantai di Bali Utara. Hal ini merupakan transfer pengetahuan dari Tiongkok ke Indonesia. Adapun rencana pembiayaan akan menggunakan skema loan.

Seperti diketahui Presiden terpilih Prabowo Subianto akan membangun proyek tanggul laut raksasa di utara Pulau Jawa. Ide pembangunan tanggul laut raksasa sudah ada sejak era Orde Baru Presiden Soeharto namun hingga kini tak kunjung terealisasi.

“Ada program satu lagi yang menarik bagi dunia usaha ini tanggul laut raksasa namanya. Ini sudah digagas zaman Orba oleh Bappenas (tahun) 1994 tapi sampai sekarang belum terwujud, belum dimulai,” ungkap adik Prabowo sekaligus anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN), Hashim Djojohadikusumo.

Hashim bahkan menyebut Prabowo sudah memiliki konsultan dari Negeri Belanda untuk merealisasikan pembangunan mega proyek ini.

“Tapi setahu saya Pak Prabowo perencanaannya sudah, siapa ada konsultan dari belanda untuk (tanggul laut raksasa) berbentuk Garuda,” bebernya.

Proses pembangunan tanggul raksasa (giant sea wall) di Jakarta Utara. Pembangunan tanggul raksasa dibuat untuk mengatasi banjir pasang air laut (banjir rob) di kawasan pesisir utara.

Dia pun membocorkan ide pembangunan tanggul laut raksasa akan dimulai dari Teluk Jakarta. Kemudian dilanjutkan hingga Surabaya dan Gresik di Jawa Timur.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button