Berita

DPD Matra Lamongan Gelar Sarasehan Budaya, Sejarah dan Tosan Aji

▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Eksistensi DPD Matra Kabupaten Lamongan menunjukkan gaungnya dan trus berjalan pasca dibentuk dan dikukuhkan sejak awal Desember 2023 lalu. Matra secara rutin menggelar berbagai acara budaya sebagaimana menggaungkan tradisi, budaya dan sejarah Nusantara, dan khususnya di wilayah Kabupaten Lamongan.

Data yang dihimpun media ini dari sekretariat DPD Matra Lamongan, bahwa Matra Lamongan menghelat kegiatan rutinan, di setiap malam Jumat diisi dengan Mocopatan, sedangkan di malam Minggu diisi dengan kebudayaan yang bertujuan untuk melestarikan adat dan kebudayaan Nusantara.

Seperti halnya pada Sabtu (23/12/22) malam lalu, pengurus DPD Matra menggelar acara rutinan tentang uri-uri budoyo. Kali ini yang ditampilkan ialah musik gamelan jawa dan tarian sufi dan tak lupa kajian tentang sejarah leluhur yang ada di Kabupaten Lamongan.

Ketua DPD Matra Lamongan RTG. Harun Setiawan Dirjo Kusumo, mengatakan, kali ini Sabtu malam Minggu DPD Matra selalu mengadakan kegiatan sarasehan budaya asli Lamongan di Cafe Alamanda, Jl. Lamongrejo No.125, Dapur Barat, Sidokumpul, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yang dikukuhkan sebagai Warung untuk cangkrukan Budaya dan Kerakyatan.

“Sarasehan kali ini kita mengupas budaya asli Lamongan yang berasal dari Kecamatan Modo dan Ngimbang. Pembahasannya tentang sejarah Ki Buyut Terik, Ki Buyut Gereng, Ki Buyut Bromo, dan Ki Buyut Jiman,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sarasehan kali ini juga langsung dihadiri oleh juru kunci dari makam para leluhur dengan penjelasan yang sangat rinci.

“Datang secara langsung yaitu Ki Sutrino sebagai kuncen dari Ki Buyut Gereng dan Ki Mujiono sebagai kuncen Ki Buyut Terik. Para juru kunci makam leluhur tersebut tadi menjelaskan secara rinci,” tambahnya.

Selain membahas akan sejarah makam leluhur yang ada di Modo dan Ngimbang, DPD Matra Lamongan juga melaksanakan bedah budaya akan tosan aji.

Ari Sutikno selaku sekretaris DPD Matra Kabupaten Lamongan menerangkan dalam kegiatan itu juga digelar pula bedah budaya tentang sejarah tosan aji.

“Jadi kajian bedah budaya kali ini yaitu pembahasan tentang tosan aji yang dipaparkan secara langsung oleh Gus Nur Kholis, wakil ketua DPD Matra Lamongan dan juga pemangku Padepokan Nur Langit, Lamongan,” terangnya.

Jadi, menurut Ari Sutikno berdasarkan kajian dari Gus Nur Kholis itu terdapat beberapa jenis tosan aji diantaranya keris dan batu akik yang itu semua mempunyai nilai sejarah dan budaya tersendiri.

“Menurut Gus Nur, terdapat beberapa macam keris dan batu akik yang mempunyai nilai tersendiri. Contohnya ada keris yang cocok untuk sebuah pekerjaan seperti halnya pejabat dan pedagang. Jadi pada intinya harus diselaraskan sesuai dengan nilai-nilainya,” tuturnya.

Ari menambahkan bahwa dulunya para nenek moyang kita pada waktu membuat keris dan batu akik juga tidak sembarangan saat membuatnya.

“Nenek moyang kita telah mewariskan banyak tosan aji, leluhur kita dulu pada waktu membuat keris misalnya juga tidak asal bikin. Jadi buatnya juga dilandasi dengan asma-asma gusti Allah dan juga minta petunjuk dari Allah SWT. Jadi tidak benar bahwa tosan aji itu membawa kemusyrikan,” pungkasnya.▪︎[DANAR SP]

Related Articles

Back to top button