Pencarian Korban Gempa Fokus Tiga Area di Cianjur
▪︎CIANJUR-POSMONEWS.COM,-
Upaya pencarian korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, terus dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, mengatakan upaya pencarian korban gempa difokuskan di tiga area di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Saat di Pendopo Kantor Bupati Cianjur, Minggu (27/11/22) Abdul Muhari mengatakan, tim fokus melakukan pencarian di area warung Sate Shinta, lingkungan RT 3, dan Kampung Cicadas di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
“Karena dikhawatirkan masih ada yang luput dari laporan masyarakat, seperti yang terjadi dua hari lalu, tujuh (yang dilaporkan hilang), kita temukan sembilan. Jadi tim Basarnas masih menganggap penting untuk menggali lagi di lokasi itu,” katanya.
Dikutip dari antaranews.com data BNPB hingga Sabtu (26/11/22) gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 telah menyebabkan 318 orang meninggal.
Pada Minggu pagi, petugas SAR menemukan satu lagi jenazah korban gempa di Desa Cijedil. Masih ada 14 orang yang dilaporkan hilang setelah gempa melanda Cianjur dan belum ditemukan.
Selain itu, gempa menyebabkan 7.729 orang terluka dengan perincian 595 orang mengalami luka berat dan 7.134 orang terluka ringan. Sebanyak 108 orang yang terluka berat akibat gempa dirawat di rumah sakit.
“Kita harapkan juga ini sudah tertangani semua, sudah dirujuk ke rumah sakit, nanti tinggal menunggu kesembuhan dan bisa rawat jalan,” kata Abdul Muhari.
Seperti diketahui gempa bumi di Cianjur menyebabkan kerusakan rumah-rumah penduduk dan fasilitas umum serta memaksa banyak orang mengungsi di wilayah Kabupaten Cianjur.
▪︎Tim SAR Gabungan
Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan melanjutkan pencarian terhadap 14 orang yang masih dinyatakan hilang di hari ketujuh setelah gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Kepala Kantor SAR Bandung, Jumaril, di Cianjur mengatakan area pencarian tetap dibagi menjadi tiga yaitu area Warung Sate Shinta, area Cijedil, dan area Kampung Cicadas. Pasalnya, kata dia, di lokasi itu dilaporkan masih ada warga yang hilang.
“Pencarian strategi yang dilakukan yaitu dengan memaksimalkan seluruh personel yang ada baik internal Basarnas ataupun potensi SAR dan relawan,” kata Jumaril.
Selain itu, menurutnya tim masih memberdayakan anjing pelacak untuk melakukan deteksi di tempat tempat yang dicurigai ada korban serta memaksimalkan penggunaan metode life detector.
“Tim SAR gabungan juga diharapkan bisa memaksimalkan alat konstruksi dan alat berat pada operasi SAR hari ketujuh,” katanya.
Menurutnya, kendala yang dihadapi tim selama enam hari melaksanakan pencarian di lokasi yaitu kondisi cuaca di lapangan serta gempa susulan masih terjadi, sehingga menurutnya ada beberapa upaya pencarian masih riskan.
“Oleh karenanya Basarnas sudah menempatkan safety officer di setiap area nya untuk memantau pergerakan yang sekiranya membahayakan Tim SAR gabungan,” kata dia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai hari Sabtu (26/11/22) mencatat ada 318 orang meninggal dunia akibat gempa di Cianjur.
Kemudian korban yang mengalami luka sebanyak 7.729 orang, terdiri dari 595 mengalami luka berat dan 7.134 mengalami luka ringan. Sementara korban luka berat yang dirawat di rumah sakit sebanyak 108 orang.
“Data terbaru hingga hari ini, Sabtu (26/11) 2022, korban jiwa yang meninggal sebanyak 318 orang. Kemudian hasil pencarian hingga pukul 17.00 WIB, ditemukan delapan korban jiwa,” kata Deputi III BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan, SIP, dalam konferensi pers daring yang diikuti di Jakarta.
Hingga saat ini, korban jiwa yang hilang sebanyak 14 korban jiwa. Sementara korban yang mengalami luka sebanyak 7.729 orang yang terdiri dari 595 mengalami luka berat dan 7.134 mengalami luka ringan. Sementara korban luka berat yang dirawat di rumah sakit sebanyak 108 orang.
Sementara itu untuk penyintas gempa yang masih mengungsi sebanyak 73.693 jiwa. Kerugian materiil akibat gempa yakni 58.049 rumah rusak. Kemudian 25.186 rumah mengalami rusak berat, rusak sedang 12.496, dan rumah yang mengalami rusak ringan 20.367 rumah.
Infrastruktur rusak diantaranya 368 sekolah, 144 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan, dan 16 gedung atau perkantoran. Sebanyak 16. kecamatan dan 146 desa terdampak gempa bumi tersebut.▪︎[ZA/ALAMS/AHM]



