Guru SMP PGRI 1 Buduran Terima Penghargaan Bupati Sidoarjo

▪︎ SIDOARJO – POSMONEWS.com,-
Guru SMP PGRI 1 Buduran, Drs. Koesmoko menerima penghargaan dari Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn. pada upacara peringatan Hari Otonomi Daerah XXX dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di alun-alun Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (2/5/2026). Dengan demikian, menambah panjang data jumlah prestasi SMP swasta favorit unggulan tersebut.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi Bupati Sidoarjo kepada warganya yang telah berprestasi sebagai pemenang (juara) 1 (satu) di tingkat nasional dan internasional. Sebanyak 15 orang warga Sidoarjo mendapatkan apresiasi berupa piagam penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Drs. Koesmoko yang sehari-hari berprofesi sebagai guru Bahasa Jawa dan Kaur Humas di SMP PGRI 1 Buduran serta pengurus PGRI Cabang Buduran ini, mendapat penghargaan sebagai Guru Berdedikasi SMP PGRI Tingkat Nasional. Sebelumnya, Koesmoko juga mendapat penghargaan tingkat nasional di Jakarta dan penghargaan tingkat Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Dengan demikian, sudah membawa nama harum Sidoarjo di tingkat provinsi dan tingkat nasional.
Penghargaan tersebut didukung oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, PGRI Kabupaten Sidoarjo, dan Perwakilan YPLP PGRI Kabupaten Sidoarjo, K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) SD/MI, dan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP Negeri dan SMP Swasta se-Kabupaten Sidoarjo.
Terdapat 15 penerima apresiasi penghargaan dari Bupati Sidoarjo : SD IT El Haq Buduran (Adiwiyata Mandiri); SMPN 1 Waru (Adiwiyata Mandiri); SMPN 2 Sukodono (Adiwiyata Mandiri); SMPN 1 Sedati (Adiwiyata Mandiri); SMP Pembangunan Jaya 2 (Third Place Junior Category at Actions of Earth Award di Filipina); Drs. Koesmoko dari SMP PGRI 1 Buduran (Guru Berdedikasi pada SMP PGRI Tingkat Nasional); Agustina Eri Cahyani, S.Pd dari SDN Kedondong 1, Kecamatan Tulangan (Juara 1 Senam Perorangan KORPRI).
Sulthan Akillica Dunyev dari SMP Progresif Bumi Shalawat (Gold Medal in The STEMCO Global Science); Nathania Diandra Putri dari SMPN 1 Sedati (Medali Emas IPA pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia SMP/MTs/Sederajat Tingkat Nasional; Hazna Aufaa Az Zahta dari SMP Al Falah Darussalam (Medali Emas IPT pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia SMP/MTs/Sederajat Tingkat Nasional); Herro Athaya Nabiha Marwanto dari SMP Al Falah Darussalam (Medali Emas IPT pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia SMP/MTs/Sederajat Tingkat Nasional); Keysha Aryani dari SMP Darul Mutaallimin (Juara 1 Training Center Gala Siswi Indonesia/GSI); Nabil Zhafran Mahardian dari SMPN 2 Sidoarjo (Juara 1 Training Center Gala Siswa Indonesia/GSI); Rasyiqah Aulia Marwah (Medali Emas Turnament of Champions at Yale University Amerika Serikat).
Upacara peringatan Hari Otonomi Daerah XXX mengusung tema : “Dengan Otonomi Daerah, Kita wujudkan Asta Cita”. Adapun upacara Hari Pendidikan Nasional mengusung tema : “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn. dalam sambutannya mengatakan, peringatan Hari Otonomi Daerah dan Hardiknas merupakan momentum untuk merefleksi pembangunan daerah dan program mencerdaskan kehidupan bangsa. Pelayanan publik harus ditingkatkan, pemerintah harus transparan, dan harus mendapat dukungan masyarakat.
“Alhamdulillah, Kabupaten Sidoarjo menjadi terbaik kedua tingkat nasional dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan kinerja tinggi,”katanya.
Adapun terkait dengan Hardiknas tahun 20026, Bupati Sidoarjo mengatakan bahwa Hardiknas merupakan pondasi umum untuk penyelenggaraan pendidikan. Berbagai masalah pendidikan yang memerlukan perhatian: kesenjangan mutu pendidikan, dampak digitalisasi, penguatan karakter, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, serta rendahnya literasi.
“Out put pendidikan jangan hanya dari sisi akademis, tapi juga masalah etika. Diharapkan kemudian bisa mempertimbangkan: penguatan pendidikan karakter dan etika perilaku, target kompetensi GTK, meningkatkan kompetensi guru, pemanfaatan IT, kolaborasi masyarakat-orang tua-sekolah,”katanya.
▪︎(Koesmoko, Humas SMP PGRI 1 Buduran)

