Berita Utama

Kemen PU Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Dilelang 2027, Investasi Rp 12,7 Triliun

▪︎ Tol Gilimanuk-Mengwi Direncanakan dengan Skema KPBU

▪︎ BALI — POSMONEWS.com,-
Proyek pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali direncanakan masuk tender ulang pada tahun 2027 karena belum berhasil menarik minat investor hingga saat ini.

Langkah ini diambil untuk mencari investor baru yang berminat melanjutkan proyek tersebut, dengan target operasional diperkirakan baru akan tercapai pada tahun 2031.

Sebelumnya, Penlok (Penetapan Lokasi) proyek ini telah berakhir pada 25 Februari 2026, yang berarti tanah di lokasi tersebut sudah bisa diperjualbelikan kembali.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadwalkan proses lelang proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi akan dimulai pada 2027 dengan nilai investasi mencapai Rp12,7 triliun.

Proyek Strategis Nasional (PSN) di Bali ini dipastikan akan menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) guna mempercepat konektivitas logistik dan pariwisata.

Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, menjelaskan bahwa jalan tol ini akan membentang sepanjang 96,84 kilometer (km) untuk menghubungkan sisi barat dan tengah Provinsi Bali.

“Tol Gilimanuk-Mengwi ini direncanakan dengan skema KPBU, panjangnya 96,84 km,” ujar Diana dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI, kemarin.

Terkait aspek finansial, proyek ini membutuhkan modal yang cukup besar. Wamen Diana memerinci bahwa struktur biaya bakal mencakup biaya investasi senilai Rp 12,7 triliun dengan biaya konstruksi sebesar Rp 8,52 triliun.

Sementara itu, biaya dukungan kontruksi dari pemerintah senilai Rp 4,59 triliun. Saat ini, Kementerian PU tengah mengakselerasi penuntasan berbagai dokumen teknis dan administratif, mulai dari aspek lingkungan hingga pengadaan lahan agar proyek tidak terkendala di kemudian hari.

Apabila proses analisis dampak lingkungan (amdal) hingga analisis dampak lalu lintas berjalan lancar, maka pemerintah segera memulai lelang penetapan badan usaha pelaksana (BUP) pada 2027 dan dibidik dapat mulai beroperasi pada 2031.

Pemerintah memproyeksikan kehadiran jalan bebas hambatan ini dapat memangkas waktu tempuh kendaraan secara signifikan hingga 50% dari kondisi jalur existing saat ini.

“Dari sisi manfaat, jalan tol ini tentunya dirancang untuk memangkas waktu tempuh, yang signifikan perjalanan dari Gilimanuk ke Mengwi yang semula sekitar 6 jam, ini dapat ditekan menjadi 3 jam,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa saat ini proses lelang ulang memasuki tahap penyusunan kembali dokumen readiness criteria.

“Sejalan dengan hal tersebut, dilakukan penyusunan kembali dokumen readiness criteria sebagai bagian dari penyiapan pelelangan pengupahan jalan tol,” jelas Wilan.

Adapun, penyiapan ulang itu dilakukan untuk meningkatkan kelayakan proyek dan minat para investor dalam menggarap proyeksi tersebut.

“Penataan kembali lingkup proyek dan tahapan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kelayakan finansial dan daya tarik investasi, sekaligus memastikan pembangunan dilaksanakan secara terukur, bertahap, dan berbasis kebutuhan lalu lintas aktual,” pungkasnya.▪︎ (FEND)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button