Dinas PU SDA Bakal Normalisasi Bendung Ngunut Kab Bojonegoro
▪︎ Guna Selamatkan Lahan 940 Hektare Pertanian

▪︎ BOJONEGORO – POSMONEWS.com,-
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA), bakal melakukan normalisasi Bendung Ngunut di Dusun Kare, Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander tahun 2026 ini.
Normalisasi bertujuan meningkatkan daya tampung Bendung Ngunut dan memperlancar distribusi air untuk kebutuhan pengairan bagi 940 hektare lahan pertanian di empat desa di wilayah Kecamatan Dander.
Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Bojonegoro, Bungku Susilowati, mengatakan tim Dinas PU SDA telah melakukan peninjauan untuk mengetahui sedimentasi Bendung Ngunut yang dikeluhkan petani.
“Dari hasil pengukuran tadi sedimentasinya cukup tebal, sekitar 1,5 meter dari dasar bendungan,” kata Bungku Susilowati.
Bungku menjelaskan, Dinas PU SDA Bojonegoro akan melakukan normalisasi Bendung Ngunut pada tahun 2026 ini. Pengerukan sedimentasi akan dilalukan di suplesi daerah irigasi (DI) Balong.
“Untuk rencana kegiatan sudah kami laporkan ke Bu Kadin. Prioritas sementara normaliasasi akan dilakukan di suplesi DI Balong,” katanya.
Selain menormalisasi Bendung Ngunut, tegas Bungku, Dinas PU SDA Bojonegoro berencana melakukan rehabilitasi permanen Bendung Ngunut. Rehabilitasi meliputi sayap dan dinding bendungan. Juga dinding pintu pelimpas yang mengalami ambrol.
“Untuk rehabilitasi permanen akan kita laksanakan tahun 2027,” ucapnya.
Bungku menambahkan volume efektif Bendung Ngunut mencapai 300.789 meter kubik (M3). Luas DI Ngunut mencapai 614 ha dan suplesi DI Balong seluas 316 ha. Normalisasi diharapkan dapat meningkatkan daya tampung Bendung Ngunut, dan memperlancar distribusi air yang saat ini tertutup sedimen.
Bendung Ngunut selama ini menjadi tumpuan ratusan petani di empat desa untuk mencukupi kebutuhan pengairan bagi pertanian. Yakni Desa Sumodikaran, Ngumpakdalem, dan Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, serta Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro.
Perlu diketahui Bendung Ngunut terdapat empat pintu air. Bendung ini menampung air dari sumber mata air Grogolan Desa Ngunut, dan menjadi suplesi DI Balong, Ngunut dan DI Dander. Total luas panen (sawah) yang bertumpu pada pengairan dari Bendung Ngunut mencapai 930 hektare.
Ketua Kelompok Petani Pemakai Air (Hippa) Desa Ngumpakdalem, Pandil mengapresiasi gerak cepat Dinas PU SDA Bojonegoro menanggapi keluhan petani untuk melakukan normalisasi Bendung Ngunut.
Normalisasi yang akan dilakukan bisa memperlanjar distribusi air ke suplesi DI Balong untuk mencukupi kebutuhan pertanian. Sehingga petani tidak khawatir lagi gagal tanam akibat kekurangan air saat musim tanam padi kedua yang sedang berlangsung, dan musim kemarau tahun 2026 ini.▪︎ (FEND)