Berita

BBPJN Jatim-Bali Mulai Rekayasa Lalin, Proyek Jembatan Bokwedi

▪︎ Polres Pasuruan Kota Siapkan Jalur Alternatif

▪︎ PASURUAN – POSMONEWS.com,-
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali memastikan pembangunan Jembatan Bokwedi di Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, dimulai.

Kepastian ini menyusul hasil rapat koordinasilintas instansi untuk membahas pengalihan arus lalu lintas selama proyek berlangsung.

Kepala Satuan Kerja PJN III Jatim, Deny Purwa Indarsa, menyampaikan proyek tersebut sebelumnya mengalami penundaan karena mempertimbangkan momentum arus Natal dan Tahun Baru serta Lebaran. Untuk itu, percepatan kini menjadi prioritas agar pelaksanaan tidak kembali bergeser hingga akhir tahun 2026.

“Pekerjaan harus segera dimulai agar target penyelesaian tidak mundur lagi. Karena itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan,” ujarnya saat rapat di Kantor PT Jasa Marga Gempol Pasuruan.

Dalam pelaksanaan proyek, BBPJN Jatim-Bali bertanggung jawab pada aspek teknis konstruksi, termasuk perencanaan dan pengendalian pekerjaan. Sementara itu, pengaturan lalu lintas dilakukan oleh Dinas Perhubungan, pengamanan oleh kepolisian, serta dukungan jalur alternatif oleh Jasa Marga.

Adapun rekayasa lalu lintas yang disiapkan meliputi pengalihan arus dari arah Surabaya melalui Simpang Karangketug menuju Jalan Gatot Subroto, hingga Jalan Urip Sumoharjo dan Tol Sutojayan. Sementara dari arah Probolinggo, kendaraan diarahkan melalui Tol Grati, Blandongan, Bulu, Purutrejo, hingga Kebonagung.

▪︎Polres Pasuruan Kota Siapkan Jalur Alternatif

Penutupan total Jalan Ir H Juanda Kota Pasuruan resmi diberlakukan dimulai sejak Rabu (8/4/2026). Kebijakan ini dilakukan sebagai dampak dari pembongkaran Jembatan Bok Wedi yang terletak di Jalan Raya Ir H Juanda, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan, menjadi akses vital bagi masyarakat.

Oleh karena itu, penutupan sementara ruas jalan ini berdampak cukup signifikan terhadap mobilitas kendaraan, baik dari dalam kota maupun luar daerah.

Menyikapi hal tersebut, Satlantas Polres Pasuruan Kota Polda Jatim menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus kendaraan ke sejumlah jalur alternatif yang dinilai mampu menampung volume kendaraan selama proses pembongkaran berlangsung.

Untuk kendaraan dari arah timur, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur Lingkar Selatan Kota Pasuruan.
Pengendara diarahkan melintasi Jalan Raya HOS Cokroaminoto, Jalan Raya KH Hasyim Ashari, Jalan Raya Untung Surapati, hingga Jalan Raya Gatot Subroto sebagai jalur penghubung utama.

Sementara itu, kendaraan dari arah barat, khususnya dari Jalan Raya Ir Soekarno Hatta, dialihkan melalui Jalan Raya Balaikota, dilanjutkan ke Jalan Raya dr Wahidin Sudiro Husodo, kemudian menuju Jalan Raya KH Hasyim Ashari hingga tersambung ke Jalan Raya HOS Cokroaminoto.

Pengalihan arus ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan akibat penutupan total ruas Jalan Ir H Juanda.
Selain itu, langkah ini juga menjadi upaya preventif guna meminimalisir potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Amrullah Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel di sejumlah titik strategis untuk melakukan pengaturan lalu lintas serta membantu mengarahkan pengguna jalan.

“Kami telah menempatkan anggota di lapangan serta memasang rambu-rambu petunjuk arah. Kami mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan bersama,” ujar AKP Amrullah Setiawan.

Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah ditentukan. Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan situasi arus kendaraan tetap kondusif selama proses pembongkaran Jembatan Bok Wedi berlangsung.▪︎ (FEND)

Related Articles

Back to top button