Kepala BBPJN Jatim–Bali: Kondisi Jalan Nasional Siap dan Mantap
▪︎ Layani Pemudik dan Arus Balik Lebaran 1447 H/2026 M

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Javid Hurriyanto, S.T., MT. mengatakan kondisi jalan nasional di wilayah Jawa Timur dan Bali secara umum berada dalam kondisi mantap dan siap melayani mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 1447 H/2026 M.
Berbagai upaya dilakukan BBPJN Jawa Timur–Bali, memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik masyarakat setelah merayakan liburan Idul Fitri 1447 H.
Menurut Javid, berbagai langkah strategis telah dilakukan pihaknya, mulai dari percepatan preservasi jalan, penguatan sistem mitigasi bencana, hingga koordinasi lintas sektoral, guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman.
“Secara umum, kondisi jalan nasional di wilayah Jawa Timur dan Bali dalam kondisi mantap. Kami memastikan seluruh jalur utama mudik siap dilalui , sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” kata Javid.
Dari data BBPJN Jatim – Bali Semester II tahun 2025, tingkat kemantapan Jalan Nasional di Provinsi Jawa Timur mencapai 93,27 persen, atau sekitar 2.107 kilometer.
Sementara itu, di wilayah Provinsi Bali, tingkat kemantapan jalan nasional mencapai 97,13 persen, atau sekitar 570 kilometer dalam kondisi mantap.
Menurut Javid, untuk memastikan kesiapan sebelum puncak arus mudik, BBPJN Jawa Timur–Bali mempercepat pekerjaan preservasi jalan di berbagai ruas strategis.
Penanganan cepat terhadap lubang dan kerusakan perkerasan dilakukan melalui metode patching, penggunaan alat Cold Milling Machine (CMM) untuk mengelupas, mengeruk, dan meratakan lapisan aspal yang rusak secara cepat, presisi, dan efisien, terutama pada ruas dengan volume lalu lintas tinggi.
“Kami memastikan tidak ada lubang terbuka di jalur-jalur utama mudik. Penanganan kerusakan jalan dipercepat, dengan harapan pada saat puncak arus mudik kondisi jalan sudah optimal dan aman dilalui,” tegas Javid.
Selain memastikan kesiapan fisik jalan, BBPJN Jawa Timur–Bali juga memetakan potensi titik rawan kemacetan selama periode mudik lebaran. Di wilayah Jawa Timur teridentifikasi 79 titik rawan kemacetan, sementara di Provinsi Bali, terdapat 13 titik rawan kemacetan.
Kepadatan arus lalu lintas umumnya dipicu oleh aktivitas pasar tumpah, persimpangan jalan, akses ke kawasan wisata, serta perlintasan sebidang kereta api.
Salah satu ruas yang menjadi perhatian utama adalah ruas Situbondo – Ketapang – Banyuwangi, yang merupakan koridor utama menuju Pelabuhan Ketapang sebagai akses penyeberangan menuju Bali.
Di ruas tersebut cenderung mengalami peningkatan kepadatan akibat antrean kendaraan menuju pelabuhan, terutama saat terjadi lonjakan kendaraan pribadi atau angkutan logistik.
“Kami berkoordinasi dengan kepolisian serta Dinas Perhubungan untuk memastikan manajemen lalu lintas berjalan optimal apabila terjadi lonjakan volume kendaraan,” kata Javid.
Jalur menuju Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk juga menjadi prioritas penanganan karena merupakan simpul transportasi penting yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.
Lebih lanjut Lebih lanjut, BBPJN Jatim – Bali juga mewaspadai potensi gangguan akibat cuaca ekstrem yang dapat memicu longsor atau banjir di sejumlah ruas jalan.
Sedangkan di wilayah Jawa Timur, teridentifikasi 23 titik rawan longsor dan 68 titik rawan banjir. Sementara itu, di Bali terdapat 16 titik rawan longsor dan 39 titik rawan banjir.
Sebagai langkah antisipasi, Javid mengatakan pihaknya telah menyediakan posko jalur lebaran di 27 titik di Jawa Timur dan 8 Titik di Bali, serta menyiagakan alat berat Disaster Relief Unit (DRU) dan material tanggap darurat seperti coldmix, sandbag, dan bronjong yang dapat digunakan untuk penanganan cepat apabila terjadi gangguan pada jalan.
Javid menyarankan, asyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan kendaraan dalam kondisi laik jalan serta memanfaatkan fasilitas posko maupun rest area untuk beristirahat.
“Kami ingin perjalanan mudik tidak hanya sampai tujuan, tetapi juga sampai dengan selamat. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik dan selalu mengutamakan keselamatan,” tutupnya.▪︎ (FEND)