Lima Kecamatan Terdampak Banjir Tahunan Bengawan Jero

▪︎ LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Luapan air di aliran Sungai Bengawan Jero kembali membanjiri wilayah Kabupaten Lamongan khususnya di kawasan Bonorowo, diantaranya kecamatan Turi, Deket, Kalitengah, Karangbinangun dan Glagah. Curah hujan yang tinggi di wilayah hulu menyebabkan debit air sungai meluap hingga menggenangi permukiman serta area persawahan di lima kecamatan tersebut.
Pantauan media ini di lima kecamatan yang terdampak banjir tersebut, ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 centimeter hingga mencapai lebih dari 70 centimeter di sejumlah titik terendah.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi jalan desa dan lahan pertanian, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah warga terpaksa membatasi aktivitas di luar rumah, sementara petani mengkhawatirkan potensi gagal panen akibat tanaman padi terendam terlalu lama. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan telah melakukan pemantauan di lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa setempat.
Petugas disiagakan untuk membantu warga serta mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air susulan.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Bengawan Jero untuk tetap waspada, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi beberapa hari ke depan. Warga juga diminta segera melaporkan jika terjadi peningkatan genangan atau kondisi darurat lainnya. Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat banjir tersebut, namun kerugian materiil masih dalam pendataan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, M Naim mengatakan, genangan paling parah terjadi di Kecamatan Deket, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. “5 kecamatan ini terdampak cukup luas. Total sawah dan tambak yang tergenang sekitar 12.000 hektare, dengan perkiraan kerugian kurang lebih Rp 4 miliar,” ujar Naim, Minggu (11/1/202). Ia menjelaskan, BPBD Lamongan bersama Pemkab Lamongan terus melakukan upaya penanganan dan mitigasi dampak banjir.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Khofifah) telah meninjau dampak banjir dan menyalurkan bantuan di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10/1/2026) lalu.
Ibu Gubernur didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, meninjau langsung kawasan terdampak untuk memastikan penanganan banjir dilakukan secara cepat, tepat, dan optimal.
Gubernur mengatakan, ia datang langsung ke Desa Laladan untuk memastikan kondisi warga, sekaligus memastikan bahwa negara hadir bersama masyarakat.▪︎[DANAR SP]


