Tradisi Tumpangan dan Doa Bersama Ajang Instropeksi
▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Mari jadikan momentum Tradisi Tumpengan dan Doa Bersama hari ini sebagai ajang introspeksi dan motivasi. Di mana kita harus siap beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Malang Dra. Hj Latifah Shohib saat menghadiri acara Tradisi Tumpengan dan Doa Bersama DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Malang dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025 berlokasikan di Gedung Yayasan Al Maarif Singosari, Minggu (26/10).
Wakil Bupati Malang dalam sambutannya menyampaikan bahwa atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, menyambut baik sekaligus menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak atas terselenggaranya kegiatan hari ini.
“Selain untuk memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025, mudah-mudahan pertemuan kita hari ini juga mampu menjadi forum strategis dalam upaya merekatkan silaturahmi di antara kita sekalian, utamanya keluarga besar FKDT Kabupaten Malang,” tutur Wakil Bupati Malang.
Hari Santri Nasional bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk mengenang jasa dan pengorbanan para santri serta ulama yang telah ikut berjuang menegakkan kemerdekaan bangsa Indonesia.
“Dari pesantrenlah tumbuh semangat jihad kebangsaan, cinta tanah air, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Wakil Bupati Malang.
Maka melalui kegiatan Tradisi Tumpengan dan Doa Bersama ini, disampaikan Wakil Bupati Malang bahwa tidak hanya memanjatkan syukur atas nikmat yang Allah berikan, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita untuk menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Lebih lanjut Wakil Bupati Malang juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada FKDT Kabupaten Malang yang terus konsisten dalam membina lembaga pendidikan diniyah, mendidik anak-anak kita menjadi generasi berakhlak, berilmu, dan berkarakter.
Wakil Bupati Malang berharap FKDT Kabupaten Malang dapat terus menjalin sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Malang dalam upaya penguatan pendidikan keagamaan, termasuk Madrasah Diniyah, agar semakin maju dan berdaya saing.
“Mari kita bersama-sama berupaya menjadi santri masa kini, yakni santri yang mampu berdakwah di dunia nyata maupun dunia digital, tetap menjaga akhlak, dan berperan dalam kemajuan daerah serta bangsa,” pungkas Wakil Bupati Malang. ▪︎(AHM/Yus)

