Soal Pertalite bikin Motor Mogok, Pertamina Menjamin Mutu BBM

▪︎Bagaimana Kondisi SPBU di Lamongan?
▪︎LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Dalam empat hari terakhir, sejumlah warga Lamongan melaporkan kerusakan pada sepeda motornya, dengan keluhan yang relatif serupa, mesin ngadat akibat busi kotor dan malfungsi pada fuel pump atau filter bensin.
Kerusakan sejumlah sepeda motor ini diduga terjadi setelah pengendara mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Lamongan.
Menanggapi keluhan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) segera mengambil tindakan.
Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa seluruh proses distribusi BBM telah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Ini termasuk pemeriksaan mutu produk melalui pengujian laboratorium sebelum disalurkan ke masyarakat.
“Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan suplai serta mutu produk BBM yang diterima masyarakat sesuai dengan regulasi yang berlaku,” kata Ahad Rahedi kepada wartawan, Senin (27/10/2025).
“Setiap tahapan distribusi dilakukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga,” lanjutnya.
Meskipun demikian, Pertamina Patra Niaga akan melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan terhadap produk Pertalite yang berasal dari Fuel Terminal Tuban.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan kesesuaian spesifikasi produk. Pertamina juga menjamin bahwa pasokan BBM ke seluruh SPBU tetap berjalan lancar agar kebutuhan energi masyarakat tidak terganggu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak. Pertamina memastikan seluruh produk yang disalurkan telah melalui proses pengawasan ketat, mulai dari terminal pengirim hingga lembaga penyalur resmi, sebagai wujud komitmen kami dalam menghadirkan produk yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” tutup Ahad.
Di sisi lain, keluhan kerusakan motor ini dikonfirmasi oleh pihak bengkel.
Salah satu Mekanik Bengkel di kawasan Jl.Pangsut Lamongan, Cak Mar, menyebut kondisi ini sudah terjadi sejak empat hari lalu, di mana warga berbondong – bondong datang untuk servis kendaraan.
Mereka mengeluhkan penurunan performa kendaraan, atau biasa disebut brebet usai mengisi Pertalite.
Menurut pria yang hoby Gowes, masalah ini dialami hampir seluruh jenis motor, dari model sport hingga skuter matik. “4 hari ini banyak kasus keluhan motor brebet jenis sport maupun metic pokoknya yang habis ngisi Pertalite,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Cak Mar menjelaskan, kerusakan yang terjadi kebanyakan pada busi yang mati. Ia juga menegaskan bahwa seluruh kendaraan yang bermasalah adalah pengguna Pertalite.
“Untuk solusinya, (kami) tetap ganti busi dan filter bensinya, dan beralih ke Pertamax,” urainya.
Cak Mar menambahkan, kondisi serupa tidak hanya terjadi pada motor keluaran lama, tetapi juga pada motor yang baru saja dibeli dengan kilometer rendah.
“Keluhannya sama semua, bahkan motor yang baru turun dari showroom juga sama karena diisi Pertalite,” tuturnya.
Sebagai bentuk keterbukaan layanan publik, Pertamina saat ini menyediakan tiga titik posko di wilayah sekitar untuk melayani keluhan dan pelaporan masyarakat.
Titik Posko:
1. Kabupaten Bojonegoro di SPBU 5462101, Jalan MT. Haryono, Jetak, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro dan SPBU 5462106, Jalan Sawunggaling, Kadipaten, Ngrowo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro.
2. Kabupaten Tuban di SPBU 5462305, Gg. Buntu No.10, Wire, Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Untuk wilayah terdampak lainnya di luar lokasi posko tersebut, masyarakat dapat menghubungi SPBU terakhir pembelian BBM, atau bisa menghubungi Pertamina Contact Center melalui kanal: Call Center 135, Email pcc135@pertamina.com, atau DM Instagram @pertamina.135, agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
▪︎[DANAR SP]

