Berita

Bupati Malang Launching 17 Sekolah Unggulan

▪︎MOU dengan Universitas Negeri Malang

▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM. launching sebanyak 17 Sekolah Unggulan di Kabupaten Malang. Launching sekolah di tempatkan di SMPN 3 Kepanjen.

Di halaman depan terdapat stand sekolah Unggulan dan ditinjau langsung Bupati Sanusi juga civitas akademika Universitas Negeri Malang.

Bupati Sanusi dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini langkah nyata Pemkab Malang.

Launching 17 sekolah unggulan dihadiri Wakil Bupati Hj. Lathifah Shohib, Sekda, Dr. Budiar Anwar Ketua Komisi IV, Zia Ulhaq, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof.Dr. Harijono MPd dan civitas akademika Universitas Negeri Malang.

Dalam sambutannya Bupati Malang mengatakan, launching 17 Sekolah Unggulan ini merupakan komitmen kita untuk mewujudkan peserta didik yang religius, nasionalis, cerdas, saintis, dan berdaya saing global, Rabu (1/10/2025).

Abah Sanusi menjelaskan, program tersebut lahir dari sinergi Pemkab Malang melalui Dinas Pendidikan dengan Universitas Negeri Malang (UM). Tidak hanya fokus pada kurikulum, kolaborasi ini juga menyasar penguatan kompetensi guru, manajemen sekolah, hingga karakter siswa.

“Anak-anak kita harus memiliki kemampuan critical thinking, creativity, collaboration, communication, serta literasi digital. Dengan itu mereka bisa bersaing di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abah Sanusi menekankan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan program ini.

“Launching ini baru awal dari perjalanan panjang. Hanya dengan gotong royong dan sinergi semua pihak pemerintah daerah, DPRD, perguruan tinggi, dunia industri, hingga masyarakat cita-cita menghadirkan pendidikan berkualitas di Kabupaten Malang akan terwujud,” tegasnya.

Sebagai informasi, 17 Sekolah Unggulan yang resmi diluncurkan terdiri dari tujuh sekolah jenjang SD sebanyak 7 sekolah dan 10 sekolah jenjang SMP. Penetapan 17 Sekolah Unggulan tersebut telah melalui berbagai tahapan yang dilakukan oleh jajaran civitas akademika UM.

Tujuh SD tersebut adalah SDN 2 Wandanpuro Bululawang, SDN 4 Panggungrejo Kepanjen, SDN 2 Donomulyo, SDN 1 Tawangsari Pujon, SDN 1 Pagentan Singosari, SDN 1 Tumpang, serta SDN 3 Turen.

Selanjutnya 10 SMP  meliputi SMPN 1 Bululawang, SMPN 1 Karangploso, SMPN 3 Kepanjen, SMPN 4 Kepanjen, SMPN 1 Ngantang, SMPN 1 Singosari, SMPN 2 Sumberpucung, SMPN 1 Tumpang, SMPN 1 Turen, dan SMPN 1 Wagir.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Dr Suwadji, secara terpisah mengatakan bahwa anak untuk mendapatkan pendidikan di usia wajib belajar 9 tahun memiliki learming sustainability dalam capaian belajar yang baik.

Penerapan kurikulum bilingual dengan penguatan STEM (Science Technology, Enggeniring and Mathematics). Jal ini memungkinkan sains dan teknologi sekaligus menyiapkan siswa bersaing secara global.

“Dengan dukungan sarana prasarana yang memadai, sekolah bisa mencetak generasi hebat, cerdas, berkarakter,” katanya sambil menekankan.▪︎(AHM/Tim)

Related Articles

Back to top button