Preservasi Jalur Maut Gumitir Tahap Pengeboran dan Dicor

▪︎JATIM – POSMONEWS.com,-
Proyek preservasi Jalur “Maut Gumitir” yang dikerjakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, kini telah memasuki pengeboran dan pengecoran 36 titik dari total 55 titik.
Proyek preservasi Jalan Gumitir terus dikebut. Hingga tanggal (8/8/2025) kontraktor pelaksana telah menyelesaikan 36 titik pengeboran sekaligus pengecoran.
Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari proyek di bawah Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Binamarga, Bali Besar Pelaksaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali. Pejabat Pembuat Komitmen 1.4 Provinsi Jawa Timur.
Seperti diketahui pekerjaan proyek Jalan Gumitir dilakukan mulai tanggal 24 Juli hingga 24 September 2025. Proyek Jalan Gumitir berada di batas Kabupaten Banyuwangi hingga Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.
Berdasar pantauan di lokasi dan papan nama proyek. Kontrak pekerjaan bernomor HK 0201-Bb8.7.4/660 ditandatangani pada 11 Juni 2025 dengan nilai Rp 15,74 miliar. Waktu pelaksanaan ditetapkan 204 hari kalender dengan masa pemeliharaan 365 hari. Sedankan sumber dana dari APBN 2025.
Proyek presevasi Jalan Gumitir itu dikerjakan PT Rajendra Pratama Jaya dengan supervisi PT Secons KSO PT Gita Cipta Siagayasa. Sebagai dampak proyek, Jalur Gumitir ditutup total mulai 24 Juli hingga 24 September 2025.
Penutupan ini dilakukan demi keselamatan dan kelancaran konstruksi, dengan arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif yang telah disiapkan. Serta penambahan jalur pemberhentian Kereta Api.
Selaku perwakilan dari PT Rajendra Pratama Jaya, Andre Pandora, mengatakan telah melakukan pengeboran mencapai 36 titik, dari total 55 titik yang direncanakan.
Andre menjelaskan bahwa pengecoran itu untuk mencegah terjadi kelongsoran lereng di jalur tersebut. Untuk mempercepat itu, mulai bekerja sejak pagi pukul 08.00 WIB hingga pukul 01.00 kadang pukul 02.00 WIB (dinihari).
“Saat ini kita menurunkan alat 2 Bore Pile dan 3 excavator,” jelas Andre.
Kendati pekerjaan itu bisa selesai lebih cepat, Andre tetap mengatakan jika Penutupan jalur itu tetap dilaksanakan hingga 24 September 2025.
“Setelah pengeboran dan pengecoran itu kita lanjutkan untuk pekerjaan jalan, jalan ini nanti kita rekonstruksi, jalan tersebut akan dikeruk hingga kedalaman 50 centimeter, itu nanti menggunakan Lapis Pondasi Agregat (LPA), AC Base, AC-WC dan AC-BC,” pungkas Andre.▪︎[FEND]

