Normalisasi Sungai Ciliwung Ditargetkan Rampung 2026
▪︎Pemerintah Percepat Pembebasan Lahan
▪︎JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta menyepakati percepatan normalisasi Sungai Ciliwung sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir Jakarta.
Kesepakatan ini dicapai dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, kemarin.
Menteri PU, Dody menyampaikan bahwa normalisasi Sungai Ciliwung akan kembali berjalan setelah hambatan teknis dan administratif, terutama terkait pembebasan lahan, dapat diselesaikan.
“Kami sudah membahas teknis pelaksanaan dan pembebasan lahan. Jika morfologi sungai tidak banyak berubah, pekerjaan bisa dimulai bertahap tahun ini dan selesai pada 2026,” ujar Menteri Dody.
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas pengadaan tanah untuk normalisasi. Proses ini akan dimulai dari Pengadegan hingga Rawajati dengan luas sekitar 11 hektare atau 16 km sepanjang Sungai Ciliwung.
“Penetapan lokasi (Penlok) akan dilakukan pada Maret 2025, pengadaan tanah rampung Mei 2025, sehingga konstruksi dapat dimulai Juli 2025,” jelas Nusron.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa pendekatan kepada warga terdampak akan dilakukan secara manusiawi.
“Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, maka 40% potensi banjir di Jakarta dapat tertangani lebih baik,” ujar Pramono.
Selain normalisasi Sungai Ciliwung, pemerintah juga telah melakukan berbagai langkah pengendalian banjir, seperti pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi, serta Sodetan Ciliwung sepanjang 1.268 meter.
Hingga kini, dari total panjang 33,69 km Sungai Ciliwung yang ditargetkan dinormalisasi, 17,14 km telah selesai. Sisanya 16,55 km masih memerlukan pembebasan lahan seluas 35,94 hektare, mencakup 5.353 bidang tanah.
“Pemerintah berkomitmen menyelesaikan proyek ini demi Jakarta yang lebih aman dari banjir,” pungkas Menteri Dody.▪︎[FEND]

