Lomba Kepanduan Warnai Hari Pramuka di SMP PGRI 1 Buduran
▪︎SIDOARJO – POSMONEWS.com,-
Peringatan Hari Pramuka ke-64 tahun 2025 di SMP PGRI 1 Buduran diisi dengan kegiatan upacara bendera dan lomba kepanduan (kepramukaan), Kamis (14/8/2025).
Lomba yang diadakan meliputi: mini pionering, PBB bertongkat, dan membuat layang-layang. Para penggalang Pangkalan SMP PGRI 1 Buduran pun begitu antusias mengkutinya.
Kamabigus SMP PGRI 1 Buduran, Kak Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si, M.Pd, Gr. mengatakan, Gerakan Pramuka di Pangkalan SMP PGRI 1 Buduran sudah terprogram dan terjadwal dengan baik. Mulai dari pembinaan untuk adik-adik penggalang secara umum, juga untuk adik-adik anggota Pramuka Inti dan Dewan Galang. Khususnya menanamkan karakter: disiplin, tanggung jawab, dan mandiri.
“Alhamdulillah, adik-adik penggalang Pramuka Inti dan Dewan Galang yang rata-rata siswa kelas VIII dan IX sudah bisa melatih adik-adik tingkatnya yang kelas VII. Bisa melatih petugas upacara dan berbagai kompetensi atau kecakapan yang lain, seperti: pionering, PBB, semaphore, sandi, morse, dsb. Untuk lomba kepanduan kali ini pun yang melatih peserta adalah adik-adik Pramuka Inti dan Dewan Galang,” katanya.
Upacara peringatan Hari Pramuka ke-46 Tahun 2025 di SMP PGRI 1 Buduran, dengan pembina upacara Kak Drs. Koesmoko, guru mata pelajaran Bahasa Jawa yang sehari-hari menjabat Kepala Urusan Humas SMP PGRI 1 Buduran. Dengan pratama Trio Firmansyah (kelas VIII D) dibantu oleh para petugas upacara adalah anggota Pramuka Inti dan Dewan Galang.
Dalam amanatnya, Drs. Koesmoko mengutip sambutan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Indonesia, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso pada Peringatan Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025, yang mengusung tema: “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”.
“Perlu memperkuat jati diri Pramuka sebagai insan Pancasila yang siap menjadi garda terdepan untuk menjaga dan mengawal keutuhan NKRI. Memegang teguh empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD Negara RI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Menurutnya, pada Hari Pramuka ke-64 ini mengingatkan semua tentang sejarah terbentuknya Gerakan Pramuka Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961. Saat itu masih masa pemerintahan Presiden Soekarno, dengan Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Tema yang diusung kali ini meneguhkan kembali semangat kepramukaan, yaitu: cinta tanah air, disiplin, dan gotong royong. Yang berdasar kepada nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma.
“Logo peringatan Hari Pramuka tahun ini mempunyai filosofi, melambangkan perjalanan dan konsistensi serta kontinuitas dan kesetiaan Pramuka terhadap nilai-nilai luhur dan terus membina generasi muda tanpa henti. Pramuka sebagai garda terdepan dalam membangun generasi yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.
Disebutkan, pada masa sekarang harus diperhatikan betapa pentingnya kerja sama lintas sektor, demi memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan di tengah tantanga zaman. Oleh karena itu, harus aktif, kreatif, dan berkontribusi nyata di masyarakat.
Lebih lanjut, Pramuka sebagai agen perubahan, menjaga persatuan dan kesatuan, bertoleransi, dan semangat kebangsaan. Dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, mempererat solidaritas, serta membentuk karakter generasi muda.
“Intinya adalah mengamalkan Pancasila, Tri Satya, dan Dasa Darma, dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya bisa menjadi warga negara yang baik, yang mempunyai karakter nasionalisme dan patriotisme,”tambahnya.
▪︎(Koesmoko, Humas SMP PGRI 1 Buduran)