Berita Utama

Bendungan Jlantah Karanganyar Suplai Air Sawah 1.494 Hektare

▪︎Target Mampu 3 Kali Lipat Tanam

▪︎JATENG – POSMONEWS.com,-
Proyek pembangunan Bendungan Jlantah, di Karanganyar, Jawa Tengah, telah di lakukan impounding pada bulan Desember 2024 lalu. Bendungan ini diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Januari 2025 lalu.

Bahkan, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, telah meninjau pembangunan Bendungan Jlantah. Tinjauan ini merupakan tinjauan lanjutan infrastruktur sumber daya air pendukung program swasembada pangan di Provinsi Jawa Tengah.

Dengan potensi suplai air irigasi untuk Kabupaten Karanganyar seluas 1.494 hektare, Menteri Dody berharap pada saat Bendungan Jlantah difungsionalkan sudah dapat tersambung dengan daerah irigasi di sekitarnya.

“Salah satu fokus kita adalah untuk memastikan bahwa bendungan yang dibangun ini dapat dioptimalkan untuk mengairi sawah-sawah masyarakat. Sehingga Indeks Petanaman (IP) bisa  meningkatkan karena target kita memang 3 kali lipat tanam,” kata Menteri Dody.

Direktur Bendungan dan Danau, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PU, Adenan Rasyid, mengatakan pihaknya melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo sudah melakukan impounding Bendungan Jlantah pada 20 Desember 2024 lalu pada 28 Februari 2025 air Bendungan sudah mencapai elevasi 685 meter.

“Ketika air di genangan sudah masuk ke intake (elevasi 662), air yang keluar dari outlet sudah  langsung bisa didistribusikan ke jaringan irigasi untuk meningkatkan IP melalui bendung yang sudah ada di hilir bendungan,” kata Adenan Rasyid.

Dengan luas genangan seluas 50,45 ha, bendungan ini dapat menampung air hingga 10,97 juta m3 yang akan dimanfaatkan sebagai suplai air irigasi untuk Kabupaten Karanganyar seluas 1.494 ha, terdiri dari daerah irigasi eksisting seluas 806 ha dengan proyeksi peningkatan IP 172% menjadi 272%.

Sebelumnya, kebutuhan air untuk irigasi di wilayah ini bergantung pada tadah hujan, yang membuat panen sering kali hanya sekali atau dua kali dalam setahun. Dengan saluran irigasi dari Bendungan Jlantah, petani dapat panen hingga tiga kali setahun.

Selain untuk mendukung program swasembada pangan melalui suplesi air irigasi, Bendungan Jlantah juga berfungsi untuk menyediakan air baku sebesar 150 liter/detik untuk Kecamatan Jumapolo, Jumantono, dan Jatipuro di Kabupaten Karanganyar serta mereduksi banjir sebesar 70,33 meter3/detik atau 51,26% dari debit banjir periode ulang 50 tahun dan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 MW dan potensi pariwisata.

Selain Bendungan Jlantah, terdapat dua bendungan lain yang tengah dibangun dan empat bendungan yang telah rampung di Jawa Tengah. Bendungan yang rampung yakni Bendungan Gondang di Karanganyar, Bendungan Logung di Kudus, Bendungan Pidekso di Wonogiri, dan Bendungan Randugunting di Blora.

Sementara bendungan yang masih dalam tahap konstruksi yakni Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo, dan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang. Kabupaten dengan luas wilayah 773,79 km2 ini resmi dipimpin Bupati Rober Christanto dan Wakil Bupati Adhe Eliana.

Keberadaan Bendungan Jlantah yang tepatnya berada di Sawah, Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar ini menjadi angin segar terhadap keberlanjutan dan peningkatan ekonomi wilayah Karanganyar terutama di sektor pertanian.

Pembangunan Jlantah dilaksanakan mulai tahun 2019 hingga 2024 dengan anggaran mencapai Rp 1,02 triliun. Bendungan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada bulan Januari 2025 ini memiliki konstruksi tinggi 70 meter, panjang puncak 404 meter, lebar puncak 12 meter, dengan elevasi puncak sekitar 690 meter.

Bendungan Jlantah dikelola  Kementerian PU yang bekerja sama dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Bendungan ini mempunyai luas genangan 50,45 ha dengan kapasitas tampungan 10,97 juta m3.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button