Berita Utama

BBPJN Jatim–Bali Memasang 55 Titik Bored Pile “Jalur Maut”

▪︎JATIM – POSMONEWS.com,-
Jalur Gumir selama ini dikenal sebagai “tikungan maut”. Kendati demikian, jalur itu merupakan penghubung strategis antara Kabupaten Jember dan Banyuwangi.

Kombinasi antara tikungan tajam, elevasi menurun, dan beban tonase berat kendaraan angkutan barang menjadi pemicu utama banyaknya insiden fatal di lokasi ini.

Berdasarkan data Jalur Gumitir menjadi jalur utama kendaraan berat seperti truk sering kehilangan kendali saat melewati turunan panjang dengan tikungan berulang.

Tidak hanya itu, lebar jalan yang terbatas membuat ruang manuver sangat sempit, apalagi saat musim hujan yang meningkatkan risiko aquaplaning dan longsor.

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas inilah yang mendorong pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali untuk melakukan proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Tahun Anggaran 2025.

Preservasi Jalur Gumitir tak hanya sebatas perbaikan permukaan. Fokus utama proyek ini adalah penanganan struktural dan geoteknis, yakni dengan memperkuat fondasi jalan di area rawan longsor dan memperbaiki geometri jalur agar lebih aman dilalui.

Langkah teknis utama dalam proyek ini meliputi pemasangan 55 titik bored pile sepanjang 115 meter di lereng bawah untuk memperkuat struktur tanah yang rawan longsor.

Teknologi bored pile dipilih karena cocok untuk kondisi tanah labil dan memiliki daya tahan tinggi terhadap tekanan lateral tanah.
Penataan geometri jalan mencakup perbaikan sudut tikungan dan elevasi untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat penurunan tajam.

Dengan geometri yang lebih landai dan aman, kendaraan berat bisa melaju lebih stabil tanpa mengandalkan pengereman ekstrem di tikungan curam.

Konstruksi ini membutuhkan ruang kerja steril, sehingga jalan harus ditutup total selama dua bulan (24 Juli – 24 September 2025). Setelah itu, sistem buka tutup lalu lintas akan diberlakukan hingga Desember 2025. Proyek ini dikawal oleh kolaborasi erat antara BBPJN dan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur.

Lokasi perbaikan di Jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dengan Banyuwangi berpotensi bertambah satu titik.

Titik itu berada di sepadan jalan barat Warung Khokap atau timur Kafe Gumitir, wilayah Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember. Di lokasi itu terjadi longsor sedalam 10 meter.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button