Berita

Jalin Sinergitas Malang Raya,  Kupas Kemacetan dan Sampah

▪︎MALANG RAYA – POSMONEWS.com,-
Momen penting bersatunya visi dan misi untuk pembangunan Malang Raya, yang digagas tiga pemerintah daerah (PEMDA) secara resmi menjalin komitmen dalam Sinergitas Malang Raya.

Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M. M., bersama Wali kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M. M., dan Wali Kota Batu, Nurochman, S. H., M. H., bersama-sama mengupas beberapa permasalahan yang terjadi di Malang Raya, terutama di sektor transportasi dan infrastruktur. Bertempat di Rupatama Lt. 5 Balai Kota Among Tani Kota Batu, Jumat (18/7) malam.

Hadir pada kesempatan yang sama Wakil Wali Kota Batu, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang beserta Jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Sekretaris Daerah Kota Malang dan Kota Batu beserta Jajaran Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu.

Bupati Malang menyampaikan pandangannya tentang pentingnya kerja sama antara Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu dalam mengatasi berbagai permasalahan yang kompleks.

Sinergitas yang baik antara ketiga wilayah di Malang Raya sangat diperlukan untuk menyelesaikan berbagai masalah, seperti kemacetan dan sampah.

Momentum penting ini menjadikan Malang Raya sebagai kawasan strategis nasional. Isu kemacetan dan sampah jadi perhatian bersama. Diperlukan kolaborasi konkret seperti pertemuan rutin, integrasi data, dan penganggaran bersama.

“Menyoroti masalah kemacetan sebagai salah satu contoh nyata yang membutuhkan kolaborasi lintas wilayah. Rencananya Pemerintah Kabupaten Malang akan menindak lanjuti proyek pembangunan yang di inisiasi oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan yaitu sky train atau kereta gantung. Sky train sebagai salah satu solusi untuk mengurai kemacetan di tiga daerah, juga dapat menghubungkan tiga daerah di Malang Raya yang bertujuan untuk menunjang pariwisata,” ungkap Bupati Malang
Bupati Malang, menambahkan bahwa kerja sama antarwilayah ini bukan hal baru.

Sebelum pandemi COVID-19, sudah ada dua kali pertemuan yang membahas rencana transportasi massal seperti kereta gantung (skytrain) dan pengembangan jalan tol Malang–Kepanjen. Termasuk rencana tol Pandaan/Sukorejo–Batu juga terus didorong.

Menurut Bupati Malang, tantangan besar lainnya adalah masalah sampah yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan dan populasi penduduk.

Dalam upaya pengelolaan sampah yang inovatif, Kabupaten Malang telah mengambil langkah signifikan dengan menyewa tromol untuk mengurai sampah menjadi pupuk organik, kompos, serta bahan daur ulang sampah lainnya.

Tak hanya itu, Kabupaten Malang juga telah memanfaatkan potensi biogas dari TPA Talangagung. Hal ini menunjukkan komitmen Kabupaten Malang dalam mengembangkan energi terbarukan dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

“Topik transportasi dan infrastruktur kawasan Malang Raya dijadwalkan akan dibahas lebih lanjut di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah pada 23–24 Juli 2025. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, mengatasi persoalan klasik seperti kemacetan dan sampah, serta meningkatkan kualitas hidup warga Malang Raya,” tuturnya.▪︎(AHM/Day)

Related Articles

Back to top button