Anti-Bullying dan Wayang Warnai MPLS Ramah SMP PGRI 1 Buduran
▪︎SIDOARJO – POSMONEWS.com,-
Gerakan anti-bullying dan wayang mewarnai pembukaan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) Ramah SMP PGRI 1 Buduran tahun 2025/2026.
Demikian yang ditampilkan oleh panitia MPLS dan para siswa kelas VII baru SMP PGRI 1 Buduran sesaat setelah upacara pembukaan MPLS di lapangan sekolah, Senin (14/7/2025).
Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si, M.Pd, Gr. mengatakan, kekerasan atau bullying bisa terjadi dimana-mana, bukan hanya di sekolah.
Oleh karena itu, semua siswa harus bisa memahami bahwa kekerasan atau bullying tidak boleh terjadi di sekolah. Cara yang paling tepat adalah dengan mencegah bersama-sama warga sekolah.
Kaur Kesiswaan SMP PGRI 1 Buduran, Siti Tri Mudayana, S.Pd mengajak kepada para siswa kelas VII baru untuk beryel-yel anti-kekerasan (anti-bullying).
“Bullying…No… Prestasi…Yes,”katanya berkali-kali membahana diikuti oleh para siswa baru.
Dilanjutkan, para siswa baru dimohon untuk mengangkat tinggi-tinggi poster anti-kekerasan (anti-bulying) hasil karya mereka masing-masing yang dibawa dari rumah.
Selain itu, para siswa baru dikenalkan dengan tokoh wayang kesatria keluarga besar Pandawa untuk penanaman karakter. Setelah upacara pembukaan MPLS tersebut, pengurus OSIS yang bertugas mendampingi kesatrian (nama kelas sementara), membawa wayang kulit tokoh masing-masing: Bima, Gathutkaca, Antareja, Setyaki, dan Arjuna. Dengan demikian, para siswa baru menjadi kenal dengan tokoh-tokoh wayang tersebut.
Dalam sambutannya Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si, M.Pd, Gr. mengucapkan selamat datang kepada para siswa baru di SMP PGRI 1 Buduran. Dengan diterimanya mereka menjadi siswa SMP PGRI 1 Buduran, maka secara otomatis sudah menjadi bagian dari keluarga besar SMP PGRI 1 Buduran.
Ada beberapa pesan khusus yang disampaikan Kepala SMP PGRI 1 Buduran kepada para siswa baru. Di antaranya supaya belajar dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya belajar mata pelajaran di dalam kelas (intrakurikuler), namun juga belajar apa pun termasuk ko-kurikuler dan ekstrakurikuler.
Selain itu, supaya bisa menjaga pertemanan yang baik dan benar, serta mempunyai etika/tata krama/sopan-santun/akhlak/moral/adab/budi pekerti yang baik ketika berkomunikasi dengan warga sekolah yang lain.
“MPLS kalian hanya 4 hari, tanggal 14 – 17 Juli 2025. Namun, anak-anak mulai hari ini hingga 3 tahun ke depan akan belajar, menimba ilmu di SMP PGRI 1 Buduran. Ikuti proses dengan sebaik-baiknya. Dengan harapan kalian bisa tumbuh kembang menjadi siswa yang unggul dalam berimtak, berkarakter, berkompeten, dan berprestasi. Sebagaimana visi sekolah yang menjadi tema MPLS,”jelasnya.
Upacara pembukaan MPLS tersebut juga ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si, M.Pd, Gr. Dilanjutkan dengan penyerahan (serah terima) siswa baru dari perwakilan orang tua/wali siswa kepada Kepala SMP PGRI 1 Buduran. Orang tua/wali siswa diwakili oleh Tri Indrayanti, ibunda Mahesa Ibra Abraham (Kesatrian Setyaki).
Humas dan TPPK (Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan) SMP PGRI 1 Buduran melalui panitia MPLS sudah menginformasikan kepada para orang tua/wali siswa kelas VI baru tentang beberapa hal.
Di antaranya: memberikan tugas kepada para siswa baru untuk membuat poster anti-kekerasan (anti-bullying) dan wayang sebagai media penanaman karakter siswa.
Untuk menanamkan karakter (watak/sifat) positif, yang baik dan benar, MPLS SMP PGRI 1 Buduran menggunakan tokoh-tokoh wayang kesatria sebagai nama kesatrian (istilah pegganti kelas sementara).
Sebagai tokoh wayang kesatria yang layak diteladani karakternya. Seperti: Bima (berbakti kepada orang tua dan guru); Gathutkaca (pemberani, rela berkorban membela kebenaran); Antareja (jujur, berbakti kepada orang tua, rela berkorban); Setyaki (perwira perang yang berani dan gagah perkasa); dan Arjuna (sopan-santun, cerdas, gagah berani, dan bijaksana).
▪︎(Koesmoko, Humas SMP PGRI 1 Buduran)
