Berita Utama

Proyek Bandara di Bali Utara, Pemprov Bali Siapkan RTRW

▪︎Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Buleleng

▪︎BALI – POSMONEWS.com,-
Pemprov Bali sudah menyiapan
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), terhadap rencana  proyek pembangunan Bandara Internasional di Bali Utara.

Dengan adanya bandara baru tersebut nantinya diyakini bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara signifikan karena kunjungan wisatawan ke Bali.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Bali, IGK Kresna Budi, mengungkapkan pembangunan bandara ini sudah disetujui Gubernur dan DPRD Bali, makanya sudah tertuang dalam RTRW Bali.

Dengan dikeluarkannya Perpres  Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait pembangunan Bandara Internasional di Bali Utara ini sangat disambut baik.

“Ini kan sudah ada di RTRW kita soal pembangunan bandara di Buleleng dan Perpres sudah keluar, jadi kita tunggu saja kapan penlok bandara keluar. Kita sebagai warga Bali dan juga Buleleng harusnya antusias untuk dibangunnya Bandara di Buleleng. Bayangkan saja saat ini target kunjungan wisatawan saat ini sudah 6 juta. Kalau bandara di Buleleng terwujud maka kunjungan wisatawan akan bertambah. Ini akan berdampak besar bagi Bali dan juga Buleleng,” katanya dikutip dari theeast.co.id.

Lebih jauh Kresna Budi mengaku dampak ekonomi dengan adanya bandara ini sangat multiplayer efek. Dimana ekonomi di Buleleng akan meningkat lebih cepat, dan juga Bali selatan akan berdampak juga dengan adanya bandara di Bali Utara ini.

“Kan hotel-hotel di Bali Selatan sudah sangat banyak dan siap menerima kunjungan wisatawan. Saat ini tingkat hunian hotel di Bali Selatan masih kurang. Dengan nantinya ada bandara di Utara bisa saja wisatawan akan datang ke Buleleng dan menginap di Bali selatan. Ini akan berdampak juga untuk keseluruhan di Bali,” paparnya.

Dengan adanya bandara ini juga pastinya infrastruktur di Buleleng pasti akan dibangun secara masif termasuk hotel-hotel penyangga. Bahkan jalan penghubung Ubud ke Buleleng juga sudah disiapkan terkait pembangunan bandara ini.

Kresna Budi meminta agar masyarakat di Buleleng yang memiliki tanah agar tidak menjual tanahnya ke investor.

“Warga kita harapkan sih yang punya tanah atau lahan agar menyewakan saja lahannya kepada investor sehingga warga tidak kehilangan aset mereka. Karena saat Perpes dikeluarkan, sudah banyak investor yang berkeliaran di Buleleng untuk mencari lahan termasuk para broker tanah. Kalau bisa disewakan saja kan sama-sama untung bagi warga,” pintanya.

Kresna Budi mengharapkan agar semua pihak baik masyarakat maupun pemangku kepentingan termasuk para pejabat daerah agar saling mendukung dalam pembangunan investasi di Buleleng termasuk adanya pembangunan bandara ini.

“Ayolah kita semua saling mendukung. Entah siapa nanti yang membangun bandara kita harus support karena akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Dan Buleleng harus siap dengan SDM untuk bekerja baik di bandara maupun hotel nantinya,” tutup Kresna Budi.▪︎(FEND)

Related Articles

Back to top button