Berita Utama

PUPR Bakal Terapkan Konsep Green Housing Rumah Subsidi

▪︎JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Real Estat Indonesia (REI) akan melakukan penyesuaian terhadap penerapan green housing (perumahan hijau) bagi rumah subsidi.

Menurut Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) REI, Joko Suranto, ada tiga hal yang akan dilakukan terlebih dahulu.

Hal ini dikatakan Joko saat melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Green Building Council Indonesia (GBCI) di Jakarta.

“Ada tiga hal yang pasti kita akan lakukan dahulu. Kami akan mitigasi dahulu pola seperti apa,” ungkap Joko.

Kedua, pola yang akan dibentuk akan disesuaikan dengan kapasitasnya.

Setelah kedua hal tersebut dilakukan, REI akan menyesuaikan dengan berbagai tahapan. Tentunya, pengembang-pengembang besar yang paling siap dalam melaksanakan penerapan perumahan hijau.

“Di mana satu (soal) pemahaman (pengembang), kedua kapasitas ruangan, dan environment (lingkungan) juga sudah memungkinkan,” tambah dia.

Wakil Ketua Bidang Green Development REI, Meiko Handoyo Lukmantara menambahkan, isu green building (bangunan hijau) memang sudah lama. Bagi pengembang kelas atas, ini bukanlah sesuatu hal yang baru.

“Kami lebih melihat kepada betapa perlu menyiapkan sebuah konsep justru bagi teman-teman pengembang baru,” ujar Meiko.

Meiko melihat, GBCI sudah merintis konsep bangunan hijau bagi perumahan terjangkau. Hal ini sejalan dengan kesamaan visi dan nilai REI.

“REI juga bisa dikatakan hampir 50 persen kontributor perumahan di Indonesia, jumlahnya sangat besar,” kata dia.

Oleh karena itu, REI sepakat untuk membuat sesuatu yang bersifat masif dan ada momentum di kalangan pengembang dalam membangun atau mendesain rumah berkonsep hijau sangatlah mahal.

Meiko berpendapat, hal ini tidaklah sulit karena ada tahapan-tahapannya bersama GBCI, mulai dari perumusan poin-poin apa yang akan diterapkan, berlanjut dengan assesment (pesetujuan).

Selanjutnya, REI akan mengimbau kepada para anggotanya agar mengikuti poin-poin yang ditetapkan tersebut. Agar para anggota mengikuti, REI setiap tahunnya memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi.

“Kami berpikir lebih jauh soal mengenai green bonds (pendanaan hijau). Namun, dana murah ini ada di green bonds. Tapi, green bonds di Indonesia tidak memiliki kolateral rumah yang memiliki sertifikasi green. Itulah sebabnya tidak ada green bonds untuk rumah sederhana. Nah, ini akan sangat bagus untuk ke depannya, jangka panjang,” tutup Meiko.

Seperti diketahui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka peluang pembangunan rumah subsidi dengan menggunakan konsep green building (bangunan hijau).

Direktur Bina Teknik Pemukiman dan Perumahan Kementerian PUPR, Dian Irawati, menyebut saat ini sudah ada skema-skema yang disiapkan melalui International Green Affordable Housing (IGHAP).

IGHAP merupakan inisiatif penting yang bertujuan untuk menyediakan solusi perumahan berkelanjutan dan terjangkau bagi penduduk berpenghasilan rendah di Indonesia.

“Direkturnya Pak Haryo Bekti itu sudah membuat skema-skema terkait dengan kemungkinan melakukan subsidi untuk bangunan rumah seperti itu dengan DJPI,” kata Irawati ketika ditemui di Auditorium Kementerian PUPR.

Nantinya, pembiayaan dari rumah subsidi yang akan mengusung konsep green building akan terkoneksi dengan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) Kementerian PUPR. Pembiayaan yang dimaksud juga meliputi rumah swadaya maupun rumah susun (rusun).

“Jadi pasti dari segala jurusan yang mungkin kayak perumahannya dari rusunnya, kemudian dari rumah swadayanya, nanti nge-link-nya kalau pembiayaannya ke DJPI begitu,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kementerian PUPR juga telah meluncurkan peta zona iklim. Menurut Irawati keberadaan peta ini juga nantinya dapat membuat bangunan dengan konsep green building tidak lagi mahal.

Hal ini karena keberadaan peta tersebut dapat membantu Kementerian PUPR dalam membangun rumah dengan konsep pasif desain.

“Jadi orang image-nya masih mahal karena menggunakan fitur-fitur misalnya pakai sensor segala macam tapi kalau dengan peta ini sebenarnya arsitek bisa merancang dengan pasif desain untuk menurunkan panas kemudian nanti berdampaknya ke kota yang namanya urban heat island nah itu kota juga jadi tidak panas,” jelasnya.

Soal bangunan dengan konsep green building, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Zainal Fatah juga menyebut pembiayaan sangat penting jika rumah subsidi akan mengusung konsep green building.

Hal ini agar nantinya rumah subsidi dengan konsep green building masih dapat dijangkau secara ekonomis kepemilikannya oleh masyarakat.

“Apalagi ini kan Presiden baru juga jelasin banget arahan beliau secara jelas itu pasti akan di-detailkan. Kita berharap yang green green building-nya juga diterapkan,” tuturnya.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button