Warga Keluhkan Kenaikan Tarif PDAM Tanpa Pemberitahuan
▪︎Diduga untuk Ulang Tahun Ke-44
▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Sejumlah warga di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengeluhkan lonjakan tagihan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.
Salah satu pelanggan, BD (24), mendapati tagihan airnya membengkak hampir dua kali lipat tanpa penjelasan yang jelas dari pihak PDAM.
BD, warga Kecamatan Bululawang ini baru berlangganan 2 tahun yang lalu, mengatakan bahwa tagihan air di rumahnya biasanya berkisar Rp 46.500,- per bulan dan selalu sampai Maret 2025 masih 46.500,-. Namun, pada Mei 2025, ia dikejutkan dengan tagihan sebesar Rp 145.000,- meskipun pola pemakaian airnya tidak berubah ya memang disini hanya tinggal 2 orang sama-sama kerja.
“Saya kaget dan merasa ini sangat memberatkan, apalagi kami hanya tinggal berdua di rumah,” ujarnya kepada Selasa (25/5/2025).
Ia mempertanyakan kewajaran kenaikan tersebut, mengingat pasokan air dari PDAM tidak mengalir selama 24 jam penuh. Air hanya tersedia selama 12 jam di malam hari, dan ia hanya mengisi tandon sekali dalam dua minggu untuk memenuhi kebutuhan dua kamar mandi.
“Angka pemakaian 13 meter kubik itu tidak masuk akal bagi saya. Itu setara dengan empat unit pengangkut air isi ulang 300 liter. Bagaimana mungkin kami berdua bisa menghabiskan sebanyak itu hanya berdua memang ada kolam renangnya apa ?” tambahnya.
BD berharap, pihak PDAM Tirta Kanjuruhan memberikan penjelasan dan melakukan sosialisasi sebelum menaikkan tagihan pelanggan karena apapun kenaikan PDAM Tirta Kanjuruhan harus seizin Bupati Malang.
“Seharusnya jika ada kenaikan tarif, disosialisasikan dulu, jangan tiba-tiba diberlakukan begitu saja. Kami kaget ketika tagihan naik drastis dua kali-lipatnya,” keluhnya.
Menanggapi keluhan ini, Humas PDAM Tirta Kanjuruhan, mengatakan melalui pesan wa akan meneruskan pada bagian terkait kepada pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan.
Berbeda dengan di daerah Singosari Kabupaten Malang perumahan Psikopat. Perumda Tirta Kanjuruhan, sebagaimana laporan warganya air PDAM sering mati bisa 2-3 hari, lebih parahnya mulai tanggal 17-26 Mei 2025, air mati lagi, setelah diancam mau di mediakan pagi dibetulin oleh pihak PDAM Tirta Kanjuruhan juga tidak mengganti kerugian akibat tidak menyala.
Padahal gak ada bisanya ya mengungsi untuk memenuhi kebutuhan atas air bersih ke saudaranya yang tidak jauh, tagihan juga selalu penuh, jika telat bayar malah didenda.▪︎(AHM)

