Berita Utama

Kudus Garap Proyek Talud Memperkuat Jaringan Irigasi

▪︎KUDUS – POSMONEWS.com,-
Pemkab Kudus, Jawa Tengah, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, sedang fokus menggarap enam proyek Talud (Talud adalah kemiringan atau lereng buatan yang dibuat untuk mengamankan dan melindungi tanah dari erosi atau longsor).

Perlu diketahui protek Talud biasanya ditemukan pada proyek-proyek infrastruktur seperti jalan, bangunan, dan lainnya, dengan tujuan untuk menjaga stabilitas lereng dan mencegah keruntuhan tanah.

Pada tahun 2025 ini Pemkab Kudus, melakukan pembangunan infrastruktur sektor irigasi sebagai bagian dari penyesuaian terhadap arah kebijakan nasional dan provinsi.

Plt Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, menjelaskan pembangunan infrastruktur irigasi menjadi prioritas seiring dengan arah program Presiden Prabowo dan Gubernur Jateng, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. mendorong ketahanan pangan. Oleh karena itu, mulai tahun ini sektor irigasi akan diperbaiki secara bertahap.

”Tahun ini kami menyesuaikan dengan program pusat dan provinsi. Fokusnya ke irigasi, untuk mendukung sektor pertanian. Ini juga tahun terakhir untuk Bantuan Keuangan Gubernur (Bangub) yang mendanai infrastruktur, kecuali untuk proyek Ketapang,” ujar Harry.

Sedangkan keenam proyek Talud yang akan dikerjakan tahun ini antara lain, pembangunan Talud di Desa Dadap senilai Rp 440 juta, pembangunan Talud di Jembertati Gamong Rp 585 juta, rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Ploso Kanan  Rp 663 juta.

Disamping itu melakukan rehabilitasi DI Ploso Kiri senilai Rp 520 juta, rehabilitasi DI Kedunggupit dengan anggaran Rp 442 juta, pembangunan Talud di Desa Nolo Rp 1 miliar, sedangkan dananya dari Bangub.

Menurut Harry, seluruh proyek ini memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan aliran irigasi yang menjadi tulang punggung sektor pertanian di Kudus.

Lebih lanjut Harry menegaskan bahwa kondisi beberapa saluran dan tanggul sudah memerlukan rehabilitasi karena kerusakan fisik dan usia konstruksi yang sudah tua.

”Harapannya proyek-proyek ini bisa meningkatkan efisiensi pengairan sawah dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Ini juga bentuk kesiapan kami menghadapi 2026, di mana fokus pembangunan akan lebih banyak diarahkan ke sistem irigasi,” pungkasnya.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button