Peresmian Gedung Double Track Mart dan Laboratorium Bahasa
▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib meresmikan Gedung DT (Double Track) Mart dan Laboratorium Bahasa Korea SMA Negeri 1 Pagak, Kecamatan Pagak, Rabu (23/4) siang.
Laboratorium Bahasa Korea digagas pihak sekolah buah hasil kerjasama dan kontribusi dari Korea International Cooperation Agency (KOICA), serta meluncurkan Program Double Track (DT Mart) yang merupakan hasil kolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
”Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan selamat datang di Kabupaten Malang kepada perwakilan Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan Ketua Pelaksana Program Double Track Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang telah hadir pada kesempatan ini,” jelas Wabup Malang saat memberikan sambutan.
Dalam kesempatan ini, Wabup Lathifah meninjau keberadaan laboratorium dan DT Mart didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Malang, Indayah Nurhayati, M.Pd, Kepala SMA Negeri 1 Pagak, Iyut Meinarni, ST, Ketua dan Perwakilan Korea International Coorpeeation Agency (KOICA) Mrs. Kim Hyo Jin, Mr. Yoo Ick, Mrs. Kim Jiyeon, Nur Atikah dan Febry Chrisna, dan Ketua Pelaksana Double Track ITS, M. Zainur Asrosi, M.Sc.
Diakuinya, keberadaan Laboratorium Bahasa Korea ini bukan hanya sekadar fasilitas pembelajaran, namun sekaligus menjadi simbol kuatnya kerja sama internasional dalam bidang pendidikan namun keberadaan laboratorium ini akan membuka peluang luas bagi siswa-siswi untuk mengembangkan potensi akademik dan karir di tingkat global.
”Utamanya dalam menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin mengedepankan kemampuan bahasa asing dan keterampilan lintas budaya,: mulai dukungan Korea International Cooperation Agency (KOICA), kami melihat harapan baru di mana siswa-siswi SMA Negeri 1 Pagak dapat mengakses dunia yang lebih luas, baik dalam hal pendidikan maupun kesempatan kerja,” tegasnya.
Di dalamnya, kata Wabup Malang termasuk juga potensi untuk melanjutkan studi atau bahkan bekerja di Korea Selatan dan negara-negara lainnya. Pada kesempatan yang sama juga diresmikan Program Double Track (DT Mart).
Sebuah langkah inovatif yang bertujuan untuk membekali siswa tidak hanya dengan ilmu pengetahuan akademik, tetapi juga dengan keterampilan vokasi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri dan dunia usaha.
”Saya secara pribadi maupun Pemerintah Kabupaten Malang tentunya sangat mengapresiasi program ini. Sebab dengan program Double Track, kita memberi ruang bagi siswa untuk belajar sambil mengasah skill praktis. Harapannya, jika mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maka mereka sudah memiliki bekal yang cukup untuk berwirausaha atau bekerja secara mandiri sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Tentunya, ini adalah bentuk nyata dari pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada masa depan,” lanjutnya.
Oleh karena itu, Wabup Malang menyatakan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan inisiatif-inisiatif luar biasa. Beliau mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya, serta berharap langkah ini menjadi awal dari lebih banyak kolaborasi dan inovasi pendidikan di masa yang akan datang.
”Selanjutnya, saya mengajak seluruh pihak, baik para insan pendidikan, masyarakat, pihak swasta, maupun stakeholders lainnya, untuk turut serta berkontribusi dan berpartisipasi aktif dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Malang. Karena kita sadar bahwa kemajuan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah semata, melainkan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. ▪︎(AHM/poy)


