Berita Utama

NUSANTARA WASPADA JIKA KURANG PASOKAN AIR HUJAN

▪︎Terawang Memasuki Tahun Kerbau Caka Sunda 1961

▪︎SURABAYA – POSMONEWS.COM,-
Jika kita perhatikan bersama di tayangan berita di media cetak dan elektronik banyak terjadi peristiwa (kejadian) kebakaran di berbagai pelosok tanah air. Juga terberitakan pula timbul pula unjukrasa disana sini. Hal demikian dicoba diuraikan dari sudut yang tersaji dalam kalender Caka Sunda _*Candra kala peredaran Sang rembulan*_

Menurut Kanjeng_bahDe/waGede (78 tahun)_* pupuhu adat KARAHAYUAN PANGAWITAN Panjalu Nagarasari dan PANCEN KALENDER SUNDA.
Pangeran Drs. H.D.S. Suryabinangun, KGAA.= bahDe/waGede (76 th) – M.A. Karahayuan Pangawitan Nagarasari Panjalu. Atau yang lebih familier dipanggil Abah Dede Suryabinangun, bahDe/waGede (76 th). Pupuhu _Karahayuan Pangawitan/ Adat_ di Jawa Barat ini, bahwa sesudah taun HURANGTUTUG akan datang tahun kebo (kerbau) yaitu tahun mulai berniat yang sangat relevan bilamana berniat menjaga tanahair bersama ADAT.

Faktanya sejak tanggal 15 Juni 2024 kalender Caka Sunda memasuki tahun baru KEBO atau kerbau 1961 meninggalkan tahun HURANG TUTUG 1960. Taun kebo berkarakter *memulai* sesudah taun sebelumnya (hurangtutug) yang berkarakter “suwung atau kosong”.

Tahun kebo sebenarnya menghendaki adanya kecukupan unsur air supaya proses memulai bisa berjalan lancar. Namun rupanya _alam_ tidak menggelinding kesana sehingga yang terjadi tersendatnya unsur air akibat dari kurangnya terjadi turun hujan yang cukup.

Hal demikian bisa mengakibatkan terjadinya suhu panas di alam raya ini. Dalam situasi demikian bisa mudah menyulut kobaran api. Jadi perlu extra waspada terhadap si jagomerah, disamping perlu memperbaiki tata pengairan bagi para petani dlm menyediakan pangan rakyat. Waspada kebakaran di pemukiman rakyat a.l. melalui pemeriksaan peralatan perlistrikan perlu dipersiapkan dgn lebih baik, aparat damkar perlu disiagakan, pemukiman rakyat perlu disediakan kran-kran air khusus DAMKAR dll.

Apalagi apabila persediaan air menipis dan tatakelola pengairan kurang baik bisa menambah beban bagi para petani. Dalam pada itu pandangan adat hawa panas yang terjadi itu tidak hanya mempengaruhi alam, flora & fauna tetapi juga berpengaruh pada manusia. PBisa saja mudah tersulut hawa nafsunya, mau menang sendiri.

Masih menurut Abah_bahDe/waGede (78 tahun)_* pupuhu adat KARAHAYUAN PANGAWITAN Panjalu Nagarasari dan PANCEN KALENDER SUNDA. mementingkan kepentingan individunya sehingga jika tidak terkelola dengan baik bisa memicu tindakan-tindakan perkelahian, percekcokan, dll

“Semoga pada bulan- bulan berakhiran BER (mulai September Oktober, Nopember, dst) mudah-mudahan akan mulai terjadi turun hujan namun tentunya bukan hujan yang super lebat sehingga bisa memicu banjir, banjir bandang, longsor dan gagal panen yang membebani kocek dapur terutama rakyat kecil yang semakin sulit menyaksikan DAPUR NGEBULnya,” katanya.

Lanjut Avah Ded e, waspada tentunya perlu sekali dilengkapi dengan berdoa kepada Sang Mahakuasa AllahSWT. Di dalam bulan BER juga berpotensi diiringi hebusan angin dan gelombang laut disarankan untuk lebih dekat kepada Hyang MOHOKUOSO (Tuhan YME) dengan “selamatan adat” yang mengedepankan tuntunan ketibang tontonannya dan berdoa mohon perlindungan & minta ampunan Gusti AllahSWT dari banyak melupakanNYA agar hal-hal negatif tidak banyak terjadi mencelakai kehidupan ini. Rahayu, meskipun tanah air kita diatas RING OF FIRE yang senantiasa perlu eling lan waspodo.

Di akhir pandulumnya Abah Dede juga mengingatkan, seandainya hujan berkepanjangan tidak turun maka waspada juga terhadap kesehatan masyarakat perlu ditingkatkan terutama di perkotaan karena memburuknya kwalitas hawa udara meskipun begitu bisa juga di pedesaan terjadi dampak akibat kurang higenisnya lingkungan maka pasukan pengangkut sampah dan pemasok air untuk rakyat, demikian juga puskesmas musti bekerja lebih keras karena bisa terjadi meningkatnya sampah domestik, debu yang beterbangan mempengaruhi pernafasan & kesehatan rakyat, disamping dampak terhadap sanitasi lingkungan.▪︎[DANAR SP] #https://posmonews.com

Related Articles

Back to top button