Memotret Wisata Religi Cagar Budaya Malawapati, di Lamongan
▪︎Lokasi Perkemahan Raimuna
▪︎LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Sesuai rilis dan jadwal kegiatan di Bulan Agustus 2024 yang terangkum dalam HUT RI ke-79, agenda Bupati Lamongan, H. Yuhrohnur Efendi akan membuka Perkemahan Raimuna yang akan diikuti 650 siswa SMA di Bumi Perkemahan Malawapati, Jumat (23/8/2024) pukul 15.00 BBWI, sore nanti.
Ada yang menarik dari nama Malawapati tersebut, mengingatkan pada nama kerajaan yang diampu oleh Raja Angling Darma di Bojonegoro, Jawa Timur. Lalu mengapa nama tempat ini juga sangat melegenda di wilayah Lamongan Selatan? Begini kisahnya.
Dikutip jurnalis posmonews.com dari suaraglobal.id, asalmuasal lokasi yang disebut Malawapati ini tidak terlepas dari peran
sosok sentris Rahmad Muzahid warga Desa/Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan. Ia mempunyai rencaba besar, dan berusaha keras mendirikan destinasi wisata rohani didalam hutan jati di desa tersebut.
Syahdan, ia menerima isyaroh atau bisikan ghaib bahwa di lokasi tersebut adalah tempat lahirnya seorang raja besar yang berkuasa di Bojonegoro yaitu Prabu Angling Darma. Maka tempat tersebut yang luasnya lebih dari 10 hektar diberi nama Cagar Budaya Malawapati.
Pada media, Rahmad Muzahid menuturkan bahwa dirinya mendirikan destinasi yang sudah dilegalkan Pemerintah melalui Kemenkumham tersebut untuk melestarikan Budaya Jawa agar tidak punah terkikis oleh budaya asing sebagai efek dari modernisasi yang sedang berkembang saat ini.
“Diantara petunjuk yang kami terima adalah mendirikan balai pertemuan yang digunakan doa bersama tiap malam jumat wage untuk para leluhur, dan disini kami mendapat petunjuk bahwa dulu tempat ini didiami Dewi Pramesti atau Ratu Mas Roro Ayu Dewi Pramesti seorang putri Raja Kediri berjuluk Eyang Prabu Jayabaya yang tempat muksanya di Desa Pamenang Kecamatan Pagu Kediri,” paparnya.
Lebih lanjut dikisahkan, bahwa Dewi Pramesti dilantik sebagai Ratu di Malawapati sekitat abad 9, dan pemerintahan Malawapati dilanjutkan putranya yang bernama Aji Dharma dengan Gelar Angling Darma.
Rahmad yang dilahirkan di Bojonegoro itu juga menunjukkan letak petilasan Dewi Pramesti yang tempatnya tak jauh dari jalan raya dekat dengan jembatan, juga ada situs naga. Berdasarkan petunjuk yang diterima bahwa pada situs tersebut merupakan tempat dimana Prabu Angling Darma menerima aji Gineng dari Naga Raja. Aji Gineng adalah satu ilmu yang membuat segala perkataannya menjadi kenyataan juga bisa mengerti bahasa hewan.
Jika kita b erad a di lokasi tersebut, akan memukan batu telur, batu berbentuk lafafz Allah yang ditempatkan di lokasi ibadah juga ditemukan dua sendang yang bernama Sendang Tirto Mahning Suci dan Sendang Tirta Kamandanu.
“Kami juga menemukan kendi (tempat air minum dari tanah) yang mempunyai lima lobang pancur dan mangkuk yang terbuat dari keramik,” katanya sambil menunjukkan barang tersebut beserta beberapa benda pusaka yang berupa keris dan tombak menghiasi termpat utama bak singgasana sebuah keraton.
Dan disampaikan juga benda pusaka tersebut sebagian ditemukan ditempat itu dan sebagian dari peninggalan orang tuanya.
Selain untuk melestarikan budaya jawa, kedepannya Rahmad ingin membuat wisata berupa kolam renang, tempat outbond, tempat bermain anak-anak yang akan dilengkapi denga hewan-hewan utamanya yang berkaitan dengan sejarah kerajaan Malawapati seperti kabing yang konon turut menyaksikan Dewi Setyowati membakar diri, kuda sebagai tunggangan Raja dan abdi dalem, harimau putih dan hewan lain yang akan menambah keindahan sebagaimana kebun binatang mini.
Juga akan dibuka belajar karawitan, waranggono (sinden), macapat, pranata cara manten adat jawa dan pedalangan. Agar generasi jaman sekarang bisa belajar dan mengenal khazanah budaya tradisional jawa seperti wayang, tayub, ludruk dan lainnya.
“Yang penting kita mempunyai jiwa seni, dengan jiwa itu kita bisa menghidupkan seni tidak mencari hidup pada seni,” katanya.
Bahkan sudah direncanakan akan didirikan stasiun pemancar radio FM khusus bernuansa Jawa dan pemberitaan dari media yang bergabung.
Dalam pengerjaan destinasi tersebut Rahmad mengaku tidak ada pihak ketiga/sponsor baik dari pemerintah maupun swasta.
“Kami tidak berkapasitas untuk mengajak mereka, tapi kami membuka kepada siapapun yang ingin bergabung, karena dengan bersatu yang lemah akan menjadi kuat,” pungkasnya.▪︎[DANAR SP]


