Berita

Pagelaran Wayang Kulit Ritual Bersih Desa Peniwen

▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi M,M hadiri dan meriahkan pagelaran wayang kulit dalam rangka Bersih Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jum’at (29/6) malam di Balai Persatuan Desa Peniwen.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Camat dan Forkopimcam Kromengan, Pj. Kepala Desa Peniwen serta tokoh masyarakat Desa Peniwen. Pertujukan wayang kulit dengan dalang Ki Muhadi yang membawakan lakon “Wahyu Katentreman”.

Seperti kita ketahui bersama, bahwa bersih desa merupakan sebuah upacara adat, yang memiliki makna yang sangat besar bagi kita semua, selain sebagai bentuk ungkapan syukur kita kepada Allah SWT, bersih desa merupakan perwujudan rasa solidaritas dan kegotong royongan antar sesama warga masyarakat.

Menurutnya, kegiatan positif tersebut perlu terus dijaga dan dilestarikan dimasa yang akan datang, agar rasa kebersamaan dan kegotong royongan antar warga masyarakat yang selama ini sudah terbentuk dapat terus terjaga dan terpelihara.

Antusiasme luar biasa terlihat dari masyarakat yang tumpah ruah memadati Balai Persatuan Desa Peniwen Kecamatan Kromengan. Sebelum pagelaran dimulai, dilakukan penyerahan tokoh wayang oleh Bupati Malang kepada Dalang Ki Muhadi.

Lebih lanjut, Bupati Malang menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa kepemimpinannya yang tiga tahun lebih ini masih banyak kekurangan.

“Saya atas nama Bupati Malang dan Wakil Bupati Malang menyampaikan terima kasih telah diberi kepercayaan untuk dapat memimpin Kabupaten Malang serta permohonan maaf sebesar besarnya apabila jerih upaya yang kami lakukan namun kami belum mampu memenuhi keinginan warga masyarakat Kabupaten Malang,” ungkap Bupati Malang.

Pagelaran kesenian wayang kulit juga merupakan bentuk terima kasih kepada para pejuang pendiri Republik Indonesia untuk mengisi pembangunan, pagelaran ini juga sebagai suatu pembelajaran dan mengedukasi warga masyarakat utamanya para generasi muda saat ini yang modern.

Dengan majunya teknologi di era digitalisasi saat ini banyak generasi muda yang berlahan melupakan kelestarian seni budaya tradisional seperti pagelaran wayang kulit.

Di akhir sambutan, Bupati Malang juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dari tingkat desa untuk bersama-sama membangun desa, Kecamatan, Kabupaten dan provinsi hingga Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semangat persatuan dan kesatuan, kebersamaan dan gotong royong.▪︎[AHM] #prokopim

Related Articles

Back to top button