UB Malang Buka Pusat Kebudayaan di Tianjin
▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Universitas Brawijaya (UB) Malang meresmikan pembukaan Rumah Budaya Indonesia (RBI) di Tianjin Foreign Studies Univesity (TFSU), Tiongkok, pada Jumat (10/5/2024) lalu.
Untuk itu, para pimpinan UB, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan tim secara langsung datang ke lokasi untuk melakukan peresmian tersebut.
Rektor UB Prof Widodo mengatakan, kolaborasi pendidikan dan budaya ini tidak hanya antara dua universitas, tetapi juga dua negara. Pihaknya pun mengaku bangga dengan bisa menjadi saksi dalam peresmian RBI di TFSU Tiongkok ini.
“Semoga kerja sama ini akan menjadi kesempatan yang luar biasa, tidak hanya bagi para mahasiswa, akademisi, dan budayawan, tetapi juga bagi masyarakat luas secara keseluruhan,” ucapnya.
“Kami membuka Rumah Budaya Indonesia di Tianjin Foreign Studies University untuk mengenalkan budaya Indonesia dan bahasa Indonesia karena bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa global yang diakui oleh UNESCO,” kata Rektor Universitas Brawijaya (UB), Widodo.
Selain acara seremonial, pembukaan Rumah Budaya Indonesia juga diisi dengan kuliah tamu dengan topik kuliner Indonesia, literatur kontemporer China-Indonesia dan workshop pembuatan batik motif jumput yang seluruhnya diisi oleh dosen-dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya.
“Di China sendiri ada 25 perguruan tinggi yang memiliki program studi bahasa Indonesia, kami mau menjadi hub (pusat) untuk pendidikan bahasa Indonesia, jadi harapannya Rumah Budaya ini menjadi pusat studi bahasa Indonesia, tes BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) dan mengenalkan budaya kita ke masyarakat global,” tambah Widodo.
Widodo menyebut UB memilih China, khususnya kota Tianjin sebagai lokasi Rumah Budaya karena UB dan Tianjin Foreign Studies Universities juga sudah punya kerja sama erat khususnya di bidang Sastra China.
“Namun saat ini kami melihat hubungan China dan Indonesia sangat erat, walau sebenarnya hubungan ini sudah lama juga, bahkan sejak zaman Majapahit, nah saat ini kami ingin membuka kembali hubungan budaya tersebut,” ungkap Widodo.
Terlebih salah satu mandat universitas di Indonesia, ujar Widodo, adalah meningkatkan kualitas dan memperkenalkan universitas Indonesia ke komunitas global dengan harapan peringkat universitas di Indonesia dapat naik.
“Untuk memperkenalkan UB ke ‘teman internasional’ maka kami membawa budaya lokal yang menjadi daya tarik untuk memahami Indonesia dan tentu akhirnya memahami universitas Brawijaya. Istilahnya kami berusaha untuk mengglobalisasi local wisdom tradisi kita ke masyarakat internasional,” tambah Widodo.▪︎[AHM/Ant]

