Pemasangan Geotekstil JLU Lamongan Terkendala Hujan Ekstrem
▪︎LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Hujan deras yang terus menerus mengguyur kota Lamongan mulai pagi hingga sore hari Rabu (13/3) kemarin membawa dampak dalam pengerjaan Rjng Road atau Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan.
Dalam pantauan media ini, curah hujan dengan intensitas cukup deras, sebentar reda tetapi sebentar kemudian turun membuat repot para pekerja yang sedang melaksanakan progres pengerjaan jalan lingkar utara (JLU) Kecamatan Deket — Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan.
Misalnya, pada proses pemasangan geotekstil pada sesi satu di Desa Rejosari, Kecamatan Deket.
Seperti diketahui, lapisan geotekstil merupakan lembaran sintetik berpori yang memiliki sifat tembus air dan fleksibel.
Material tersebut digunakan sebagai stabilisasi tanah dasar dalam pekerjaan teknik sipil.
Pengerjaan terkendala hujan, terutama pada sesi satu, ujar Koordinator Pengurus Lapangan PPK 4.5, Surya Firmansyah yang dikutip media ini dari Jawa Pos Radar Lamongan, Rabu (13/3/2024) kemarin.
Tahapan pengerjaan di sesi satu yakni lapisan geotekstil, pengurukan, dan prefabricated vertical drain (PVD).
Dia menjelaskan, saat ini pengerjaan di sesi satu sudah mencapai 1 kilometer (km) dari panjang 3,2 km. Jika tidak molor, proses pengerjaan tahapan tersebut memakan waktu hingga dua bulan ke depan.
“Diperkirakan pada bulan Mei tentunya selesai untuk sasi satu pengurukan dan pemasangan PVD-nya,” terangnya.
Surya mengatakan, alat PVD memiliki tinggi 25 meter. Alat tersebut rawan tersambar petir.
Sehingga cukup riskan jika dioperasikan saat turun hujan. Hal itulah yang cukup menghambat pengerjaan.
“Tak hanya itu saja, tentunya tambak sendiri masih ada airnya, sehingga pemasangan lapisan geotekstil harus ekstra keras,” ucapnya.▪︎[DANAR/ARIFIN]
