Menteri PUPR Kunjungi Tanggul Sungai Wulan

97 dibaca

▪︎Banjir di Demak dan Grobokan Meluas

▪︎JATENG – POSMONEWS.COM,-
Kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadjimulyono, ke Demak dan Grobogan menegaskan komitmen pemerintah dalam penanganan bencana alam, khususnya banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Seperti diberitakan banjir di wilayah Demak dan Grobokan, Jawa Tengah, makin meluas. Kunjungan Menteri Basuki fokus di Jembatan Kali Tuntang, Kabupaten Grobogan dan ruas Jalan Pantura batas Demak-Kudus, khususnya di Jembatan Tanggulangin, yang menjadi salah satu lokasi terdampak signifikan banjir.

Pengguna jalan dihimbau untuk memanfaatkan jalur alternatif melalui Karangawen-Mranggen – Demak – Kudus atau Gubug – Karangjati – Godong, guna menghindari kemacetan.

Adanya pembatasan di Jembatan Kali Tuntang Grobogan, yang saat ini hanya dapat dilalui oleh kendaraan kecil dan roda dua, menunjukkan seriusnya upaya pemerintah dalam menanggulangi dampak banjir.

Pengalihan arus juga berlaku untuk rute dari arah Pantura Semarang menuju Kudus dan sebaliknya, yang dialihkan melalui Sp 3 Trengguli – Jepara.

Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan para pengguna jalan di tengah kondisi banjir yang masih memerlukan penanganan komprehensif.

Koordinasi antarunit kerja di bawah Kementerian PUPR menjadi kunci dalam upaya penanganan yang efektif dan efisien, demi memastikan infrastruktur publik tetap berfungsi optimal meski di tengah kondisi bencana.

Sementara itu Menteri Basuki Hadimuljono berjanji perbaikan tanggul darurat di Sungai Wulan, Demak, Jawa Tengah beres dalam 3 hari. Tanggul Sungai Wulan jebol akibat banjir besar pada 3 hingga 5 Februari 2024 lalu.

“Untuk penanganan tanggul jebol ini sudah diturunkan 4 unit excavator dan 3 unit excavator amfibi 3. Ditargetkan dalam 3 hari ini, tanggul sudah bisa ditutup. Sudah disiapkan juga 12 pompa berkapasitas 5m3/detik untuk mengurangi genangan dan kita akan tambah pompa lagi supaya lebih cepat mengurangi luasan dan tinggi genangan air di wilayah terdampak,” kata Basuki dalam keterangan Kementerian PUPR, Senin (12/2/24).

Adapun untuk penanganan banjir di sekitar Kudus dan Demak, Basuki mengatakan pihaknya akan segera meningkatkan kapasitas Rumah Pompa Drainase Kencing. Proyek itu masuk ke dalam upaya normalisasi Sungai Wulan sepanjang 22 km yang akan mulai dikerjakan pada tahun anggaran 2024-2026 ini.

“Pada April 2024 ini kita akan mulai normalisasi Sungai Wulan bagian hilir,” jelasnya.

Selain perbaikan tanggul dan normalisasi Sungai Wulan, Basuki menjelaskan PUPR juga merancang pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Juana. Proyek pembangunan tanggul sepanjang 60 km bakal terlaksana pada tahun 2025 sampai 2027, sementara rehabilitasi tanggul sepanjang 10 km terlaksana dari tahun 2025 sampai 2027.

Di sisi lain, sebelum meninjau lokasi jebolnya tanggul Sungai Wulan, Menteri Basuki juga sempat meninjau titik banjir pada ruas jalan Kudus-Purwodadi yang ambrol di Desa Gubug akibat luapan Sungai Tuntang, Grobogan.

Dalam tinjauan tersebut Menteri Basuki menginstruksikan pembangunan parapet atau dinding penghalang yang sama dengan tinggi tanggul di sisi kanan kiri sungai.

“Untuk banjir di Desa Gubug ada sedikit badan jalan yang tergerus, tidak runtuh. Saya kira dalam 2 hari sudah selesai untuk perbaikan menutup pondasi jalannya. Kemudian kita buat parapet yang setinggi tanggul, supaya air tidak menggenangi jalan karena parapet jalannya lebih rendah dari tanggul,” tandasnya.
▪︎[FEND]