AFPI Bersama Andreas Peduli, Bagikan Sembako di Kendalpayak Malang

277 dibaca

▪︎MALANG – POSMONEWS.COM,-
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Peduli bersama anggota DPR RI komisi XI Dapil Malang raya Andreas Eddy Susetyo memberikan bantuan sembako bagi masyarakat Desa Kendalpayak Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, Jumat (19/1/2024).

Sementara perwakilan dari AFPI yang diwakili Wakil bidang kelembagaan dan hubungan internasional, merasa terhormat dapat hadir disini, dirinya merasa ingin lebih mengenalkan program dari AFPI ini untuk pendanaan dari UMKM.

Pihaknya memberikan keleluasaan pada masyarakat yang hadir pada acara tersebut bidang usaha usaha, mulai dari perijinannya dan pendanaannya.

“Dengan kehadiran kami (AFPI), semoga kedepannya asosiasi ini bisa membawa teman-teman platform, dan kita datang kesini untuk memfasilitasi keinginan bapak ibu,” tandasnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Andreas menjelaskan, kegiatan yang gelar di Klinik Pena ini menginginkan masyarakat Kendalpayak agar bisa memanfaatkan program dari Pemerintah Pusat yang berkaitan langsung dengan penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

“Jadi yang selama ini menerima dalam bentuk uang tunai,kedepan bisa menjadi pemberi PKH,” ucap Andreas.

Ia menerangkan, Klinik Pena (Pahlawan Ekonomi Nusantara setiap bulannya ada pelatihan tentang UMKM. Bagaiman membuat suatu produk makanan maupun produk kerajinan maupun produk lainnya.

“Klinik Pena ini memang saya buat bersama Ibu Risma menteri Sosial untuk bagaimana penerima PKH yang selama ini menerima bantuan uang tunai, nantinya bisa mentas atau keluar dari penerima menjadi pemberi. Dan memberikan pada pada orang lain” terang Andreas

“Itu tujuan dari Pemerintah, setelah bisa mandiri untuk dialihkan pada orang lain yang belum menerima program PKH ini,” jelasnya

Bahkan Andreas bersyukur setelah 6 bulan program PKH dilaksanakan yang semula penerima PKH berjumlah 560 pengikut sekarang sudah tersisa 330 pengikut.

“Alhamdulillah saya patut bersyukur selama 6 bulan program Pena PKH yang semula berjumlah 560 pengikut di Kabupaten Malang sekarang sudah mentas menjadi 330 an anggota,” beber pria asli Malang ini.

Andreas menjelaskan, bahwa Pena PKH bukan hanya mengentaskan kemiskinan namun yang lebih penting memanusiakan manusia itu sendiri,

“Karena pada suatu saat kita merintis program Pena PKH ini, ketika kami berkonsultasi dengan Menteri Keuangan (Sri Mulyani) saat kita bedah, 70 persen penerima program ini ternyata usianya dibawah 40 tahun,” jelas Andreas.

Politisi PDI-P ini menambahkan, karena 70 persen penerima program ini berada di usia produktif, dirinya meminta para usia produktif hanya menggantungkan pada bantuan program ini, nantinya akan menjadi tidak sehat.

“Jadi agar mereka yang berusia produktif tidak hanya menjadi penerima yang akibatnya menjadi tidak sehat, yang berdampak pada kekerasan dalam rumah tangga diakibatkan karena menganggur tidak memiliki usaha, hanya berpangku tangan menjadi penerima, itu yang menjadi tidak sehat,” pungkas Andreas.▪︎[AHM/Dwi]