Kemenkeu Mengidentifikasi Sumber Pertumbuhan Ekonomi
▪︎JAKARTA-POSMONEWS.COM,-
Persoalan ketimpangan masih terjadi disejumlah daerah mendapatkan perhatian khusus dari Menkeu, Sri Mulyani Indrawati.
Menurutnya, masih terdapat banyak hal yang perlu dilakukan oleh @kemenkeuri untuk mengatasi hal tersebut, terlebih dengan posisi sejumlah unit yang berada di berbagai daerah.
“Saya minta di Kementerian Keuangan yang ada di bawah mengidentifikasi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi. Perlu dibuat instrumen catalytic untuk mendukung jump starting pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan feedback dari daerah, kita akan dapat memetakan siapa saja pelaku ekonominya serta bagaimana kita bisa memeratakan kegiatan dan kesempatan ekonomi. Hal ini memberikan dampak yang jauh lebih positif terhadap kesejahteraan yang merata di semua daerah,” pesan Menkeu dalam kegiatan Video Conference Dialog Akhir Tahun 2023 di Aula Gedung Djuanda I, Jakarta, Jumat (29/12).
Dalam kegiatan tersebut, Menkeu menerima laporan dan memberikan arahan kepada kantor-kantor Kementerian Keuangan yang diwakili oleh enam regional yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, serta Papua dan Maluku.
Adapun Dirjen Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti dalam laporannya menyampaikan bahwa APBN telah bekerja keras pada tahun 2023, mulai dari menjaga momentum pemulihan ekonomi, mewujudkan konsolidasi dan menjaga kesinambungan fiskal, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menjadi shock absorber.
“Tahun ini kami melakukan berbagai kajian dan analisis, salah satunya untuk mendorong akselerasi belanja dan simplifikasi. Kami juga melakukan monitoring, evaluasi, dan pendampingan berkelanjutan khususnya untuk belanja prioritas,” sebut Dirjen Perbendaharaan.
Dalam kesempatan tersebut Menkeu juga berdialog dengan sejumlah pegawai.Dari rangkaian kegiatan hari kerja terakhir di penghujung 2023 ini. Dalam dialog dengan jajaran Eselon I dengan para perwakilan @kemenkeuri dari Sabang hingga Merauke secara daring.
Mereka menyampaikan kondisi terkini perekonomian masing-masing region; Sumatera, Jawa, Bali-Nusra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua-Maluku. Kondisinya pun membanggakan, semakin baik dan semakin terkoordinir. Penyampaiannya pun sangat paripurna.
Paparan mereka juga menggambarkan bagaimana APBN & APBD bekerja. Tidak hanya sekedar untuk mencapai target, namun juga menilik sisi output serta outcome selama setahun ini. Dampak-dampak yang nyata.
“Saya pun berdiskusi lebih lanjut mengenai tantangan yang unik dan dimiliki oleh tiap-tiap daerah. Ini menjadi catatan untuk menyambut 2024 yang sudah di pelupuk mata. Termasuk mengenai sinergi yang harus terus ditingkatkan baik dari sisi internal maupun dengan seluruh stakeholder eksternal,” katanya.
Dialog pun berlanjut dengan empat perwakilan pegawai berprestasi Kemenkeu. Tempat penugasan mereka juga beragam, mulai Aditya di Merauke, Latifah di Bontang, Elisa di Bantaeng, hingga Erwin di Tanjung Balai Karimun. Mereka juga sampaikan harapan-harapan tulus mereka kepada Indonesia dan Kemenkeu.
“Terima kasih atas kerja keras, dedikasi, dan layanan yang luar biasa kepada seluruh stakeholders. Semoga kita dapat memulai tahun 2024 dengan lebih baik lagi,” pungkas Menkeu dalam kegiatan yang diikuti oleh Wakil Menteri Keuangan, para pejabat eselon I Kementerian Keuangan, serta perwakilan dari seluruh unit eselon I Kementerian Keuangan baik di pusat maupun daerah tersebut.▪︎(Alams/Us)
