Diperbaiki, Jalan Ambles di Raya Denpasar – Gilimanuk
▪︎Dampak Badan Jalan Jebol Menimbulkan Lubang Raksasa
▪︎BALI – POSMONEWS.com,-
Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Bali, I Nyoman Yasmara, mengatakan jalur utama Denpasar-Gilimanuk di Bajera, Kabupaten Tabanan, Bali, dialihkan sementara selama sebulan dampak jalan amblas.
Di Tabanan, Nyoman Yasmara, menyatakan akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (6/7) hingga Senin (7/7) kemarin, menyebabkan badan jalan berlubang dengan ukuran besar.
“Saat ini pemerintah sedang melakukan tahap perbaikan setelah jalan tersebut jebol. Pengerjaan perbaikan jalan diestimasi akan rampung dalam satu bulan ke depan,” katanya.
Selama dalam pengerjaan, Nyoman Yasmara, meminta masyarakat untuk bersabar karena saat ini jalan masih dalam perbaikan.
Sementara itu, Direktur Lantas Polda Bali, Kombes Pol Turmudi, mengatakan setelah terjadinya jalan amblas yang membuat arus lalin tersendat, saat ini petugas sedang melakukan pengalihan arus lalu lintas.
Untuk memudahkan arus lalin agar tidak tersendat, polisi melakukan langkah pengalihan arus lalu lintas khususnya mengarahkan kendaraan yang terjebak menuju jalan alternatif.
Turmudi menyebutkan untuk kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak menuju wilayah Selemadeg diarahkan melalui jalur alternatif di Desa Bajera, tepatnya di belakang Pasar Bajera.
Sementara kendaraan besar dari Denpasar diarahkan menuju Bedugul lalu ke Singaraja. Begitu pula sebaliknya, kendaraan yang menuju Denpasar diarahkan menuju Singaraja, Bedugul hingga ke Denpasar.
Runtuhnya gorong-gorong saluran air di bawah badan jalan utama, Denpasar, Gilimanuk di wilayah Selemadeg Tabanan tersebut terjadi karena tidak mampu menahan volume serta derasnya aliran air.
Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) I.III PJN I Bali, Pramono Tri Yulianto, mengatakan bahwa perbaikan jalan jebol di depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Bali, berlangsung satu bulan ke depan.
“Kalau grusa-grusu hasilnya kurang baik juga. Dari pengamatan dan perhitungan kotor, kemungkinan 1 bulan baru selesai,” ujar Pramono.
Pramono menyebut pengerjaan perbaikan jalan dilakukan 24 jam dengan dua shift. Pada pengerjaan pada Selasa siang, sebanyak 30 pekerja lebih yang terlibat. Jumlah tersebut akan bertambah untuk mempersingkat pengerjaan.
Selain itu, pada Selasa sore nanti, box culvert akan dipasang untuk menguatkan struktur jalan. Mengingat di bawah jalan tersebut terdapat aliran air.
“Jadi sekarang kami buatkan lahan terlebih dahulu untuk memasang box itu. Nanti sore kemungkinan sudah datang dan langsung dipasang,” tegasnya.
Pramono juga mengatakan jika pengerjaan perbaikan dilakukan secara matang karena di sekitar lokasi terdapat ruko yang pondasinya menggantung. Jika salah perhitungan, pondasi tersebut bisa roboh.
“Selain itu di sekitar lubang terdapat ruko-ruko yang pondasinya menggantung jadi kami harus hati-hati dan tidak asal bongkar. Serta memasang pengaman agar tidak terjadi keruntuhan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, jalur Denpasar-Gilimanuk kembali lumpuh. Hal itu diakibatkan badan jalan di dekat Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, jebol hingga menimbulkan lubang raksasa, Senin (7/7/2025).▪︎[FEND]



