Proyek Bendungan Karangnongko Warga Bisa Ajukan Hibah Bangunan

▪︎BOJONEGORO-POSMONEWS.COM,-
Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Karangnongko di Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus jalan.
Dalam proyek terdebut banyak warga Bojonegoro yang terkena dampak proyek Bendungan Karangnongko.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro, Hery Widodo, mengungkapkan warga yang terdampak proyek bisa mengajukan proposal hibah bangunan ke Pemkab Bojonegoro. Selanjutnya, proposal akan dimintakan persetujuan ke Bupati Bojonegoro.
“Diajukan dulu saja melalui pemerintah desa masing-masing,” kata Hery Widodo, dalam keterangan tertulisnya.
Sementara Kepala Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo, Kasmani mengatakan dalam proyek tersebut, terdapat 397 bidang lahan yang terdampak. Adapun 155 bidang telah mengikuti musyawarah penetapan ganti untung pada Senin (27/11/23) lalu, dan hampir 90% warga telah menyetujui dan menerima ganti rugi.
“Dari 155 bidang itu, hanya 11 bidang yang masih menunggu kepastian hibah bangunan,” paparnya.
“Tinggal 11 bidang saja, tapi dasarnya mereka setuju dan mau tanda tangan asalkan bangunan rumah dihibahkan kembali,” lanjutnya.
Soal besaran ganti untung yang diterima warga, Kasmani mengatakan tidak mengetahui besarannya. Namun, diperkirakan rata-rata tanah warga dihargai Rp 150.000 per meter persegi.
“Saya tengah mengupayakan mengajukan hibah bangunan kepada Pemkab Bojonegoro,” ucapnya.
Kasmani mengaku ada warga yang kecewa dengan harga yang ditetapkan. Namun, banyak yang setuju dan menandatangani kesepakatan ganti rugi. Adapun jumlah paling rendah, warga menerima Rp 300 juta untuk sawah saja.
“Sebagian besar dapat Rp 2 miliar lebih,” tutupnya.
Seperti diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), membangun Bendungan Karangnongko di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang baru.
Proses pembebasan lahannya bisa mulai dilakukan tahun 2023 ini, sehingga sesuai timeline nantinya pembangunan konstruksi bisa dimulai 2024, dan target selesai 2027.
Bendungan Karangnongko berlokasi di wilayah perbatasan antara Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dengan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. PSN yang juga biasa disebut Bendung Gerak Karangnongko itu berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo.
Sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yakni, Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro, dan Bendung Gerak Sembayat. Selain itu, Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas.
Infrastruktur ini juga bermanfaat terhadap daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 hektar, dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 hektare.
Bendung Gerak Karangnongko pun akan menyuplai air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk empat kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. Namun sejauh ini, untuk besaran anggaran yang akan digelontorkan Pemerintah Pusat untuk pembangunannya masih belum bisa diketahui.▪︎[FEND]



