Berita Utama

Terawang Tahun Hurang Tutug 1960, Awas Suksesi Kekeluargaan & Cantholan

▪︎SURABAYA-POSMONEWS.COM,-
Sebentar lagi tahun Sunda Caka Cacing 1959 akan segera berakhir dan berganti dengan tahun HURANG TUTUG 1960 yaitu mulai tanggal 26 Juni 2023 M nanti. Dengan demikian bergeser pula karakter yang mempengaruhi kehidupan ini meskipun tentu ada masa pancaroba yang masih terasa, seperti curah hujan tidak ujug-ujug berubah drastis karena memang pengaruh Sang Dewa Cacing yang senantiasa mengharap tanah basah dengan limpahan air.

Namun demikian HURANG TUTUG tidak begitu peduli dengan adanya air karena Sang UDANG/HURANG pun bisa hidup meskipun lebih betah diam di balik batu.

Begitulah pilihannya sambil tetap memelihara CANTOLAN krn Sang Udang tidak mau lepas cantolan seperti bentuk fisiknya laksana cantolan.

Itulah prolog, pawisik atau pandulum spiritual (batin) dan metafisik yang disampaikan oleh tokoh Tatar Sunda, Kanjeng Pangeran Drs. H.D.S. Suryabinangun, KGAA.= bahDe/waGede (76 th) – M.A. Karahayuan Pangawitan Nagarasari Panjalu. *Abah Dede Suryabinangun*, . yang juga sesepuh Pupuhu _Karahayuan Pangawitan/ Adat_ di Jawa Barat kepada media ini.

Di bulan Mei lalu hingga Juni 2023 ini disebut masa pancaroba Taun Sunda menuju tahun Hurang Tutug ini, membuat seseorang harus hati-hati dalam melangkah, situasi yang mengharuskan seseorang tetap eling lan waspada.

Meski terhadap hitungan Tahun Sunda, tetapi menurut Abah Dede, efeknya atau hitungan dan peristiwa yang akan terjadi itu tetap dalam hitungan serta berhubungan dengan seantero Jawa dan seluruh negeri (NKRI) atau Nusantara.

Abah Dede menyoroti situasi perpolitikan juga berkaitan dengan suasana pemeliharaan CANTOLAN tadi punya perhitungan kalkulasi sendiri-sendiri. Dampaknya tahun 2023 ini penuh dengan tarik menarik kepentingan, makanya perlu waspada, eling dan menjaga persatuan demi lancarnya melewati 2023 yang terasa lebih hangat dan perlu penyeimbangan taburan permohonan doa selamat dalam diri para penggiatnya.

“Pasangan politikpun sejalan dengan gejala pasang surutnya gelombang laut kemungkinan terjadi perobahan arah kapalpun masih terbuka lebar. Semoga selamat,” harap Abah Dede

Masih menurut Abah Dede, dalam tahun HURANG TUTUG (HT) memang karakternya banyak yang memelihara CANTOLAN untuk berbagai kepentingan masing-masing.

Dari yang mengedepankan nasab/silsilah atau mengusung sejarah asal-usul keturunan/trah/RAJA RATU bisa marak. Bisa juga yang terpengaruh Tahun HT itu kepentingan organisasi/ politik atau menjalankan marwah mesin politiknya.

Cantolan bisa juga terjadi berkaitan dengan kepentingan SUKSESI KEKELUARGAAN yaitu melanggengkan kekuasaan keluarga.

Tahun HT memang tahun cantolan sampai-sampai dunia bisnis pun akan berkelindan diantara kepentingan bisnis CANTOLAN bisa jadi yang subur adalah bisnis yang CANTOLANnya lebih kuat.

Namun bagi yang minim cantolan tahun HT memberi petunjuk agar memakai MAHA CANTOLAN yaitu banyak memohon & sungguh-sunggu berdoa kepada yang MAHAKUASA karena waktunya menggunakan yang demikian ini.

Di mana pun dan kapanpun meskipun untuk kepentingan apapun. Namun bersungguh-sungguhlah yang namanya TUTUG adalah tuntas. Tidak asal-asalan memohon berdoa ataupun berritual. Kembalilah kepada yang punya jika sungguh-sunggu mau punya, bersihkan niat dan yakinlah kepada yang MAHACANTOLAN yakni Tuhan Yang Maha segalanya.

“Tahun HT bisa juga mengharapkan terjadinya tutug yaitu _turun gunungnya_ para winasis untuk membimbing mereka yang bersih, sabar & serius mau dekat dengan MAHA CANTOLAN.

Namun sebaiknya periksa diri sendiri dalam penyesuaian tutug yaitu kembali kepada awal / nilai-nilai kesejatian sebagai hamba mahluk karena sesudah tahun HT kita berjumpa dengan tahun KEBO (Kerbau, red) yang dimaknai sebagai tahun kerja,” tukasnya.▪︎[DANAR SP]

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button