Berita Utama

Masterplan Tol Jogja – Cilacap Miliki Delapan Simpang Susun

▪︎JATENG-POSMONEWS.COM,-
Demi memperlancar konektivitas antar Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR), segera merealisasikan rencana pembangunan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta.

Rencananya proses konstruksi jalan tol sepanjang 121,75 km ini akan dimulai pada kuartal 3 (Q3) tahun 2024 mendatang.

Berdasarkan data dari Kementerian PUPR, penyiapan proyek dan proses tender Tol Cilacap – Yogyakarta ini akan berlangsung pada tahun 2022 hingga 2023.

Selanjutnya proses financial close dan pembebasan lahan akan berlangsung di tahun 2023-2024. Setelah itu, proses konstruksi pun akan dilakukan secara bertahap mulai 2024 hingga 2029.

Rencanya pada tahun 2026, proses konstruksi pada beberapa ruas jalan sudah rampung hingga bisa dioperasikan secara bertahap hingga tahun 2074.

Proyek ini akan didanai dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan besar investasi mencapai Investasi Rp 38,47 triliun.

Dari total dana tersebut, besar biaya yang akan dialokasikan untuk pengadaan (porsi pemerintah) adalah Rp 2,37 triliun. Sementara biaya konstruksi yang dilakukan secara bertahap akan menelan dana sebesar Rp 27,21 triliun.

Jumlah lajur yang akan dimiliki oleh jalan tol Cilacap – Yogyakarta adalah 2 x 2 lajur/lane dengan lebar 3,6 meter.

Spesifikasi lainnya adalah lebar bahu 1,5 meter, lebar bahu luar 3 meter dan lebar media (termasuk bahu dalam)  5,5 meter.

Sementara itu, lebar  rumija jalan tol ini sebesar 80 meter minimum. Kemudian lebar zona bebas sebesar 9 meter.

Bila selesai dikerjakan, jalan tol Cilacap – Yogyakarta akan memiliki masa konsesi 50 tahun denan perkiraan volume lalu lintas per tahun 2026 sebesar 10.800 kendaraan/hari.

Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta ini akan terkoneksi dengan Jalan Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, rencana Jalan Tol Pejagan-Cilacap serta dengan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo.

Jalan tol ini akan memiliki 8 simpang susun yakni JC Cilacap (Titik akhir Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap), IC Maos 14+700, IC Soempioeh STA 37+300, IC Gombong STA 56+800
IC Kebumen STA 73+500, IC Kutoarjo STA 97+600, IC Purworejo STA 114+300 serta on/off Kulonprogo 120+400 (Titik akhir jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA).

Proyek Jalan Tol Jogja – Cilacap akan dibangun lengkap dengan masterplan dan daftar desa di Kebumen yang diterjang pembangunan terbaru.

Masyarakat tengah menantikan tersambungnya Jogja dengan Cilacap sehingga perjalanan dari dan ke Cilacap akan lebih mudah dan cepat.

Menurut rencana, pembangunan jalan Tol Jogja – Cilacap ini akan dibangun sepanjang 121,75 kilometer dan menghubungkan Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Adapun masterplan pembangunan jalan Tol Jogja – Cilacap ini akan memiliki delapan simpang susun yaitu JC Cilacap, IC Maos, IC Soempioeh, IC Gombong, IC Kebumen, IC Kutoarjo, IC Purworejo dan on/off Kulonprogo.
Spesifikasi pembangunan jalan Tol Jogja – Cilacap ini adalah sebagai berikut.

– Lebar bahu 1,5 meter
– Lebar bahu luar 3 meter
– Lebar media 5,5 meter
– Lebar rumija 80 meter
– Lebar zona bebas 9 meter

Jalan Tol Jogja – Cilacap ini akan melewati 17 desa di Cilacap, 20 desa di Banyumas, 53 desa di Kebumen dan 50 desa di Purworejo.

Tahap pra konstruksi jalan Tol Jogja Cilacap ini meliputi pekerjaan desain dan pengadaan tanah yang menurut jadwal dilakukan pada Januari 2022 hingga Desember 2024.

Selanjutnya untuk tahap konstruksi Tol Jogja Cilacap juga dibagi dalam tiga tahap pengerjaan yaitu sebagai berikut.

– Tahap 1: SS Kebumen – Akhir Proyek (Juli 2024 – Juni 2026).

– Tahap 2: SS Soempioeh – SS Kebumen (Januari 2026 – Tahun 2027).

– Tahap 3: JC Cilacap – SS Soempioeh (Januari 2027 – Desember 2028).▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button