Kupatan Menjuluk, Tradisi Warga Sedayulawas Rayakan Lebaran Ketupat
▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Ada sebuah tradisi khas turun temurun yang dilakukan oleh warga di wilayah Pantura Lamongan, tepatnya di Sedayulawas, saat Riyoyo Kupat (Lebaran Ketupat) yakni dengan membawa kupat, lepetnya itu ke sebuah gunung di wilayah, lalu menikmatinya bersama-sama dengan suasana riang gumbira.
Hal yang tentu berbeda karena biasanya orang akan menikmati lezatnya ketupat di rumah. Itu rasanya sudah menjadi hal yang lumrah. Dan sangat berbeda halnya dengan warga Desa Sedayulawas Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan ini menikmati ketupat dan lepet di kawasan alam pegunungan, tentu situasi dan sensasinya lebih nikmat.
Tradisi budaya kupatan atau bisa juga disebut dengan Lebaran Ketupat adalah sebuah tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat Lamongan. Seperti yang dilakukan oleh warga yang yang terletak di pesisir pantai utara tersebut, Kupatan ini dirayakan dengan cara yang sangat unik yaitu dengan berbondong-bondong mendaki Gunung Menjuluk yang terletak di desa setempat.
Diungkapkan Kepala Desa Sedayulawas Heni Firawati, tradisi kupatan menjuluk merupakan turun temurun dan dilakukan setelah lebaran tepatnya pada tanggal 7 Syawal. Gunung Menjuluk sebenarnya adalah sebuah bukit yang berada di ujung selatan Desa Sedayulawas, namun warga desa menyebutnya dengan sebutan Gunung Menjuluk.
“Potensi wisata desa kami banyak Pak Bupati, diantaranya ada Gunung Menjuluk yang hari ini kita melakukan Festival Kupatan Menjuluk. Ini merupakan acara tahunan yang sudah ada sejak dulu turun temurun. Berbeda dengan masyarakat lainnya, warga Desa Sedayulawas saat merayakan lebaran ketupat berbondong-bondong dengan sanak familinya menuju ke gunung menjuluk untuk menikmati kupat lepet dan lauk pauknya. Tanpa terasa sudah habis kemudian turun lagi, dari situlah asal muasal kupatan menjuluk ini,” ucapannya.
Hadir di tengah-tengah masyarakat Desa Sedayulawas dalam Festival Kupatan Menjuluk, Jumat (28/4), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan terima kasihnya atas pelestarian tradisi budaya yang dilakukan masyarakat Sedayulawas.
“Festival Kupatan Menjuluk ini sudah bertahun-tahun ada, Saya sudah mendengar lama. Menjuluk itu tempat yang tinggi jadi kupatan di tempat yang tinggi. Selamat dan sukses ini terus dilestarikan dan menjadi festival tahunan bahkan bisa menjadi wisata,” ucap Pak Yes.
Melalui berbagai festival ini, Pak Yes berharap akan meningkatkan potensi pariwisata lokal yang bisa meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
“Kedepan bisa dilaksanakan dengan lebih meriah lagi, Kami akan terus mendukung upaya masyarakat dalam meningkatkan pariwisata lokal,” pungkasnya.
Dalam acara yang turut dihadiri Wabup Abdul Rouf dan jajaran Pemkan Lamongan tersebut juga dimeriahkan puluhan stand yang menyajikan aneka makanan ketupat dan lomba menganyam ketupat.▪︎(DANAR/ARIFIN)