PERTARUNGAN TIGA KSATRYA WIBAWA
▪︎Ganjar Capres 2024, Refleksi Semar Mbangun Kahyangan (4)
▪︎SURABAYA-POSMONEWS.COM,-
Meski banyak diunggulkan dan hasil survey yang tinggi dibanding Capres lain, Ganjar Pranowo yang diusung PDIP harus tetap lembah manah dan menjadi sosok yang digambarkan dalam Lakon Semar Mbangun Kahyangan itu.
Hal tersebut di ungkapkan lewat pandangan para winasis, pinisepuh, tokoh adat kasepuhan, dan kaum spiritualis di tanah air yang banyak mendukung Ganjar Pranowo, karena dianggap memiliki sikap Nasionalisme dan Kebangsaannya yang melebihi calon lain.
Pandulum spiritual (batin) dan metafisik tokoh Tatar Sunda, Kanjeng Pangeran Drs. H.D.S. Suryabinangun, KGAA.= bahDe/waGede (76 th) – M.A. Karahayuan Pangawitan Nagarasari Panjalu. * Abah Dede Suryabinangun, bahDe/waGede (76 th). Pupuhu _Karahayuan Pangawitan/ Adat_ di Jawa Barat.
Di bulan Juni hingga Juli 2023 mendatang disebut masa pancaroba Taun Sunda menuju tahun Hurang Tutug ini, membuat seseorang harus hati-hati dalam melangkah, situasi yang mengharuskan seseorang tetap eling lan waspada.
Meski terhadap hitungan Tahun Sunda, tetapi menurut Abah Dede, efeknya atau hitungan dan peristiwa yang akan terjadi itu tetap dalam hitungan serta berhubungan dengan seluruh negeri (NKRI) atau Nusantara.
Abah Dede menyoroti situasi perpolitikan juga berkaitan dengan suasana pemeliharaan CANTOLAN tadi punya perhitungan kalkulasi sendiri-sendiri. Dampaknya tahun 2023 ini penuh dengan tarik menarik kepentingan, makanya perlu waspada, eling dan jaga persatuan demi lancarnya melewati 2023 yang terasa lebih hangat dan perlu penyeimbangan taburan permohonan doa selamat dalam diri para penggiatnya.
“Pasangan politikpun sejalan dengan gejala pasang surutnya gelombang laut kemungkinan terjadi perobahan arah kapalpun masih terbuka lebar. Semoga selamat,” harap Abah Dede.
Masih menyoal Pilpres 2024, jika dulu publik sering mendengar Liturgi NATANAGARA atau Ramalan Jangka Jayabaya, namun menurut Abah Dede, kini konfigurasi kekuatan masih berada pada KSATRYA WIBAWA (BAswedan, PraboWO, PranoWO) dgn komposisi bobot terletak pada _hakekat perwakilan_ Kehendak kesejatian memurnikan perwakilan rasanya lebih menonjol dalam dominasi de fakto sekarang ini dan masa berikutnya.
Sehingga dampaknya bisa mempengaruhi kekuatan elektabilitas Sang PASLON (Pasangan Calon). Dengan demikian maka KSATRYA WIBAWA harus memunculkan wakilnya yang mumpuni.
Kecenderungannya kekuatan PASLON itu akan tergantung kepada siapa wakilnya karena munculnya kekuatan DWITUNGGAL rupanya mulai menampakkan kehendaknya. Jadinya babak baru akan dimulai siapa wakil/Paslon yang akan dipasangkan menjadi fenomena yang menarik dan ditunggu kita bersama.
“Semoga kita memperoleh bimbingan Gusti Allah SWT dgn munculnya *KSATRYA WIBAWA DWITUNGGAL* yang terbaik. Kebutuhan Paslon yang saling melengkapi inilah yang dibutuhkan NAKHODA KEPEMIMPIAN NASIONAL BERIKUTNYA.
Marilah kita berdoa sesuai dgn petuah2 adat _keris manjing warongko, kasing asak nya ngejo bisi tutung tambagana_,” pungkasnya(bersambung).*DANAR SP*


