Berita Utama

Menko Pangan Apresiasi Kopdes, SPPG, serta Produksi Ikan

▪︎ Sebagai Salah Satu yang Terbaik di Indonesia

▪︎ GRESIK – POSMONEWS.COM,-
Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik untuk meninjau langsung pelaksanaan sejumlah program strategis nasional di bidang pangan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono serta Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman.

Dalam kunjungannya, Menko Pangan RI menyambangi sejumlah lembaga pendidikan, di antaranya SMAN 1 Gresik, SMA Muhammadiyah 1 Gresik, SMAN 1 Kebomas, serta Universitas Muhammadiyah Gresik.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penugasan langsung Presiden kepada Menko Pangan RI untuk memastikan program-program pemerintah berjalan optimal di lapangan.

Menko Pangan RI menyampaikan bahwa dirinya ditugaskan untuk melihat secara langsung implementasi program strategis nasional yang telah berjalan.

“Saya ditugaskan Presiden untuk turun ke lapangan, mengecek secara langsung beberapa program. Jika nantinya ditemukan ada yang belum baik, maka akan kita perbaiki agar menjadi baik,” ujar Zulkifli Hasan.

Salah satu program yang menjadi fokus utama adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program ini sangat penting karena bersentuhan langsung dengan pertumbuhan dan kecerdasan anak-anak Indonesia. MBG juga dirancang untuk menjadi penggerak ekonomi rakyat melalui keterlibatan koperasi desa.

Menko Pangan RI menjelaskan bahwa koperasi rakyat menjadi penghubung antara pelaksanaan MBG dengan berkembangnya ekonomi masyarakat.

Secara nasional, saat ini telah berdiri sekitar 80 ribu koperasi rakyat, sementara di Kabupaten Gresik tercatat sekitar 356 koperasi desa. Koperasi desa tersebut diharapkan dapat menampung UMKM serta hasil pertanian, perikanan, dan peternakan rakyat untuk memasok kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia menggambarkan besarnya dampak ekonomi dari program tersebut. Saat ini, SPPG memasak sekitar 82,9 juta porsi setiap hari.

“Bayangkan jika satu hari menunya telur satu butir, maka dibutuhkan lebih dari 82,9 juta butir telur. Jika menunya ikan bandeng, maka diperlukan 82,9 juta ikan bandeng pada hari itu, belum termasuk sayur dan buah. Dari sini ekonomi rakyat akan bergerak dan berkembang,” ungkapnya.

Selain MBG dan koperasi desa, sektor pertanian juga menjadi perhatian. Menko Pangan RI menegaskan bahwa keberhasilan pertanian menjadi kunci agar Indonesia tidak bergantung pada impor, bahkan pemerintah mendorong agar setiap kecamatan mampu mandiri pangan dengan tetap memperhatikan pengelolaan lingkungan.

Menko Pangan RI juga menyampaikan bahwa sehari sebelumnya dirinya telah mengunjungi Kampung Bandeng Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah. Dari kunjungan tersebut, ia melihat langsung potensi besar perikanan rakyat Gresik yang dinilai siap menopang kebutuhan pangan nasional.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, Zulkifli Hasan memberikan apresiasi terhadap Kabupaten Gresik. Ia menilai koperasi desa dan SPPG di Gresik berjalan dengan baik, didukung oleh produksi perikanan yang kuat.

“Kabupaten Gresik, koperasi desa dan SPPG-nya saya lihat berjalan dengan baik. Produksi ikannya juga luar biasa. Gresik saya kira termasuk salah satu yang terbaik,” pungkasnya.▪︎(SYIL/DVD)

Related Articles

Back to top button