Berita

GMBI dan KJJT, Sepakat Kawal Kekerasan Wartawan

▪︎SURABAYA-POSMONEWS.COM,-
Setelah belasan wartawan yang tergabung dalam Asosiasi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Komunitas Jurnalis Jawa (KJJT) dan organisasi jurnalis lain menggecam peristiwa kekerasan profesi jurnalis di Surabaya dan di beberpaa daerah.

Kini giliran organisasi masyarakat (ormas) mulai buka suara atas peristiwa kekerasan dan intimidasi tersebut. Salah satunya, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang Kamis, (2/2) datang ke rumah ketua KJJT, di wilayah Kodam V Brawijaya. Kepada S. Ade Maulana, GMBI, menyampaikan keprihatinan atas peristiwa korban lima wartawan Surabaya.

“Kedatangan kami di kediaman Ketua Umum KJJT, menyampaikan ikut prihatin atas tragedi yang menimpa lima sahabat jurnalis kita di kota Surabaya. Tidak dipungkiri banyak jurnalis yang menjadi korban kekerasan. Padahal, jurnalis adalah sahabat dan saudara kami,” ujar Sugeng, SP  ketua GMBI kepada posmonews.com.

Oleh karena itu, Sugeng menginstruksikan kepada anggota GMBI di seluruh Jawa timur, Bahwa, GMBI merupakan sahabat, saudara, dan mitra jurnalis. Oleh sebab itu harus bersama-sama menjaga kondusifitas, keamanan, dan kenyamanan wilayah Jawa Timur.

Selanjutnya, GMBI akan melanjutkan perjuangan lima wartawan yang telah menjadi korban kekerasan. Mereka akan mendesak pihak-pihak dinas Provinsi agar terbuka kepada publik terkait perijinan Tempat Rekreasi Rumah Hiburan (RHU) khususnya tempat yang dipersoalkan.

Sementara itu, S. Ade Maulana Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa (KJJT) ditemui di rumahnya mengungkapkan kepada posmonews.com bahwa KJJT merasa terhormat dikunjungi orang nomer satu di GMBI Jawa Timur. Kedatangan GMBI berharap bisa bersahabat kepada seluruh rekan-rekan jurnalis di seluruh tanah air.

“Terimakasih atas kunjungan GMBI. Beliau datang untuk menyampaikan keprihatinannya atas tragedi yang menimpa lima rekan wartawan yang menjadi korban kekerasan. GMBI juga berjanji akan bersinergitas kepada rekan-rekan jurnalis intuk mengawal kasus tersebut,” tutup Ade.

Ade dan GMBI sepakat untuk terus mengawal kasus kekerasan yang dialami juru pena sampai tuntas. Bahkan kedua organisasi ini mendukung dan support atas langkah yang ditempuh korban rekan-rekan jurnalis untuk melaporkan kejadian tersebut di Polrestabes Surabaya.▪︎[HAR]

Related Articles

Back to top button