Berita

Setelah Mengkritik Lamongan, Gus Miftah di Ramadan Megilan 1444H

LAMONGAN – POSMONEWS.COM. Ramai di tiktok Gus Miftah nengolok-olok infrastruktur jalan Lamongan yang karut marut, rusak parah dan berlobang.

Nampak dalam tampilan pengajian kiai gondrong yang selalu berkacamata hitam itu memulainya dengan berpantun.

Makan gorengan dari pisang. Heii..Bupati Lamongan kok jalanmu banyak berlobang.

Sontak, jamaah pun bersorak riuh. Lalu Gus Miftah pun menyambungnya dengan kata-kata, ” Paling wonge nek krungu, oh Miftah iku ancen j****k (umpatan khas Surabaya, red). Jamaah kembali ramai bergemuruh.

Data penelurusan media ini ternyata tiktok ini cuplikan youtube pengajian umum Gus Mitfah di Desa Manyar, Kec.Sekaran di awal tahun 2023 lalu.

Saat itu pemangku Ponpes Ora Aji di Kalasan, Sleman, DIY ini berceramah di YPP Nurul Jami’ Al Kautsar, Manyar, dalam rangka Haul ke-X, KH. Abdullah Makruf Katsir, hari Minggu, tanggal 29 Januari 2023.

Tiga bulan berlalu dari roasting nyinyir tiktok itu, Gus Miftah justru akan hadir di Ramadhan Megilan 2023, sebuah event religi dalam rangka mengisi kegiatan Ramadhan 1444H kota soto yang rencananya digelar 7-9 April 2023 di GOR Lamongan.

Terlepas gelaran Ramadhan Megilan Lamongan yang diharapkan sukses, namun ada hal yang perlu diluruskan terhadap kritik Gus Miftah tersebut. Tokoh Agama dan sekaligus Pengamat Publik (sosial dan pemerintahan) Lamongan yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa esensi kritik memang seyogyanya untuk menunjukan kesalahan, tetapi tetap dalam konteks dan etika yang baik.

Menurutnya, berpijak pendapat Abraham Lincoln terhadap sebuah kritik. Filsuf pesohor USA ini menulis, “Dia memiliki hak untuk mengkritik, yang memiliki hati untuk membantu.”
Karena itulah, jangan gampang mengkritik apa yang tidak Anda mengerti. (Bob Dylan).

“Kita di Lamongan, termasuk para pemimpinnya bukan anti kritik. Kita harus sepakati dulu esensi dari kritik adalah untuk menunjukan kesalahan, tugas yang dikritik untuk mencari solusi. Namun dalam hal ini, yang kita kritik adalah Lamongan ibarat rumah orang lain bagi Gus tesebut. Karena kita sendiri, saja kalo itu adalah rumah kita, artinya kita juga harus menghadirkan solusi,” ujarnya.

Untuk itulah, masih menurut kiai yang kini aktif menulis ilmu-ilmu Agama ini, setidaknya nanti ada klarifikasi terhadap kritik yang ia lontarkan itu bisa kontraproduktif karena pimpinan Lamongan, Bupati Yes kini bertekad untuk memasifkan program pembangunan infrastruktur. Dan hal tersebut sudah tercanangkan di 11 Program Prioritas sebagai Akselerator Pembangunan Lamongan.

“Ternyata benar, Orang Lamongan itu maha pemaaf (termasuk Panitia Ramadhan Megilan,red). Namun ada hal juga yang sangat disayangkan, yakni di tengah upaya gencarnya pembangunan di segala lini, namun hanya karena hal yang kurang tepat itu bisa mengurangi progres yang bagus dan sudah berjalan baik ini,” tukasnya.*DANAR SP*

Related Articles

Back to top button