Berita

Hendak Ambil Handphone, Pemuda Tewas Menggapung

▪︎TULUNGAGUNG-POSMONEWS.COM,-
Niat hati ingin refresing dengan memancing agar dapat banyak ikan. Namun, bukan ikan yang di dapat, keluarga Agung Febrian harus terima dengan kenyataan. Lantaran Agung meninggal tenggelam saat berusaha mencari HP nya yang jatuh ke sungai.

Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Pepatah ini lah mengambarkan nasib Agung Febrian Hadi Pranoto (13 ) yang beralamat di RT 06 RW 01 Desa Demuk Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung, Jawa Timur. Lantaran ingin mengambil HP miliknya yang hanyut di sungai.Ia pun harus meregang nyawa.

Kejadian itu diketahui pada waktu pagi, Minggu (13/11) sekitar pukul 09:00 WIB. Korban terlihat bersama tiga rekannya yang sudah janjian sebelumnya pergi ke sungai yang berada di desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan.

Di sela sela kegiatan memancing itu, tiba- tiba handphone yang sedang Ia gunakan terjatuh ke aliran sungai. Sontak saja, secara refleks korban langsung terjun ke sungai. Tanpa pikir panjang apa yang dilakukannya itu berbahaya apa tidak bagi keselamatannya.

Dengan kondisi tersebut, korban pun tidak menyadari kalau dirinya tidak bisa berenang. “Tadi pas mereka berangkat saya sempat menyapa. Saya tanya kemana. Mereka jawab mancing,” kata Agus modin desa Karangsono.

Sementara itu, Soegito, kepala Dusun setempat saat ditemui POSMOnews.com mengatakan dirinya mendapat laporan bahwa salah seorang warganya ada orang tewas tenggelam sekitar pukul 10:00 WIB

Mendapat kabar tersebut, kepala Dusun langsung gerak cepat dengan menghubungi Polsek Rejotangan.

“Saya dapat kabar, kalau warga saya ada yang tengelam. Langsung saya kroscek dan ternyata benar.kemidian saya telfon polisi,” jelasnya.

Tidak lama kemudian, team unit reskrim Rejotangan, mobil medis Puskesmas dan team Inafis darrpolres Tulungagung datang dan melakukan olah kejadian perkara.

Sementara itu, keluarga yang diwakili ibu kandung korban mengatakan kepada posmones.com bahwa pihak keluaraga sudah dapat menerima musibah itu. Oleh karenanya, korban hanya dilakukan visum luar saja.

“Tohir (bapak korban) masih bekerja di Brunei mas belum bisa plang. Tapi kita sudah kasih kabar. Tentunya peristiwa ini sangat membuat kami sedih. Dunia seperti mau runtuh. Saya tidak bisa berbuat apa- apa lagi,” ungkap tabah ibu korban kepada posmonews.com. ▪︎[HAR/GAT/YUN]

Related Articles

Back to top button